Marak Gif Pornografi, Berapa Batasan Usia Pengguna WhatsApp?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 07 November 2017, 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 06 207 1809557 marak-gif-pornografi-berapa-batasan-usia-pengguna-whatsapp-OEKiucfXyK.jpg (Foto: Engadget)

JAKARTA - Gambar bergerak dalam format GIF dengan konten pornografi ditemukan baru-baru ini di WhatsApp. Dengan munculnya gambar-gambar ini, masyarakat khawatir bahwa gambar-gambar itu bisa dilihat oleh anak-anak.

Rupanya WhatsApp memang tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Bila melihat pada WhatsApp Terms Of Service, batasan pengguna minimal telah berusia 13 tahun.

"Anda harus berusia minimal 13 tahun untuk menggunakan layanan kami (atau usia yang lebih tinggi di negara Anda agar diizinkan menggunakan Layanan tanpa persetujuan orang tua)," tulis WhatsApp.

Baca juga: Soal Gif Porno di WhatsApp, Kominfo: Sedang Kami Tangani

Perusahaan lebih lanjut menjelaskan, pengguna yang masih di bawah batasan usia yang ditetapkan WhatsApp, maka pihak orangtua atau wali harus menyetujui persyaratan perusahaan atas nama pengguna.

Perusahaan sebelumnya melaporkan bahwa konten GIF yang berada pada platformnya tak bisa dimonitor. Pasalnya, konten yang digunakan memiliki enkripsi end-to-end.

“Di Indonesia, WhatsApp memungkinkan orang untuk mencari GIF dengan menggunakan layanan pihak ketiga. Kami tidak bisa memonitor GIF di WhatsApp karena konten di WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end," kata juru bicara WhatsApp yang diterima Okezone.

Baca juga: Akhirnya! Kominfo Blokir Situs Penyedia GIF Pornografi di WhatsApp

Selain itu, WhatsApp juga menyatakan tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk memantau konten yang beredar di platformnya.

Muncul Petisi Online

Netizen menggalang dukungan via petisi online, Change.org dengan judul 'Hapus konten GIF pada aplikasi Whatsapp'.

"GIF pada aplikasi Whatsapp mengandung konten pornografi yang berbahaya untuk perkembangan anak-anak. Diharapkan pihak Whatsapp dapat memberikan tindakan tegas untuk menyikapi hal ini," tulis petisi tersebut.

Petisi tersebut ditujukan untuk pihak WhatsApp dan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika. Petisi yang baru dimulai sekira 15 jam yang lalu ini nyaris mencapai 500 pendukung.

Beberapa netizen yang mendukung petisi ini mengungkap bahwa pornografi bisa berbahaya dan merusak otak serta moral. "Bahaya pornografi merusak otak dan moral. Mohon hapus konten pornografi pada aplikasi Gif di WhatsApp," tulis komentar netizen, Eni Irawati.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini