Gara-Gara Kacamata Pintar, Pendapatan Snapchat Anjlok, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 08 November 2017 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 08 207 1810491 gara-gara-kacamata-pintar-pendapatan-snapchat-anjlok-kok-bisa-NTAOCVg8to.jpg (Foto: Slash Gear)

CALIFORNIA – Snap, perusahaan induk Snapchat membukukan pendapatan sebesar USD207 juta untuk kuartal ketiga 2017. Jumlah tersebut menandai bahwa perusahaan kehilangan hampir USD40 juta yang diakibatkan karena persediaan Spectacles yang berlebihan.

Bulan lalu Snap mengatakan bahwa 150.000 pasang Spectacles telah terjual, dimana CEO Snap – Evan Spiegel menggambarkanya melebihi ekspektasi. Sayangnya ia mendapati hasil yang kurang beruntung pada laporan pendapatan kali ini.

“Kami sangat senang dengan Spectacles dan penerimaan awalnya kami juga sangat bergembira. (Tapi) saya rasa kami membuat keputusan yang salah dan kami menyeimbangkan trade off dengan ekonomi unit yang hadir dengan hardware, namun pada akhirnya kami membuat keputusan yang salah berdasarkan daya tarik awal yang akhirnya kami tidak mampu menjualnya sebanyak mungkin Spectacles,” kata Spiegel menjelaskan.

Spectacles merupakan kacamata yang dilengkapi dengan mikrofon, kamera wide-angle serta mikrofon didalamnya. Perangkat ini menjadi debut upaya Snap dalam lini hardware sebagai bagian dari upaya untuk menjual kamera.

Spectacles pertama kali tersedia di mesin penjual otomatis di kota-kota seperti San Francisco dan New York hingga mereka melanggang secara online pada Februari lalu. Kacamata berkamera ini disebut 45 kali dikapalkan pada musim semi hingga dinyatakan memperluas distribusi Spectacles pada 2017.

“Kami memiliki pengalaman manufaktur terbatas untuk produk fisik kami Spectacles, dan kami tidak memiliki kemampuan manufaktur internal,” kata Snap awal tahun ini.

“sebaliknya kami mengandalkan produsen kontrak untuk membangun Spectacles.... Setiap kesalahan atau cacat pada teknologi pihak ketiga tersebut dapat mengakibatkan kesalahan pada produk kami yang dapat membahayakan bisnis kami dengan serius,” imbuhnya.

Dilaporkan Venture Beat awal tahun 2017, adopsi Spectacles tampak lamban bahkan diwilayah seperti San Francisco atau di Los Angeles. Buruknya performa Spectacles telah menjadi bagian penting dari tumbangnya saham Snap yang menyusul laporan pendapatan kuartalan Mei dan Agustus.

Tak hanya itu, pada kuartal ketiga 2017 juga dilaporkan pertumbuhan pengguna menurun bahkan dibawah ekspektasi analis. Alhasil, Snap mengumumkan rencana untuk melakukan redesign aplikasi utama mereka, Snapchat. Demikian seperti dilansir Venture Beat, Rabu (8/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini