Akhirnya! Kominfo Pastikan GIF Pornografi di WhatsApp Tak Lagi Bisa Diakses

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 08 November 2017, 14:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 08 207 1810583 akhirnya-kominfo-pastikan-gif-pornografi-di-whatsapp-tak-lagi-bisa-diakses-5q37AsGrn8.jpg Dirjen APTIKA, Semuel Abrijani Pangerapan (Foto: Lely Maulida/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya mengatasi konten pornografi berformat GIF yang beredar di WhatsApp. Sebagaimana diketahui, belum lama ini GIF pornografi dengan mudahnya didapatkan pengguna melalui WhatsApp hingga membuat masyarakat di Indonesia heboh.

Konten GIF pornografi itu sendiri disediakan oleh Tenor dan Giphy. Setelah melakukan komunikasi dengan Facebook - perusahaan yang menaungi WhatsApp, Kominfo mendapatkan kontak Tenor untuk berkoordinasi.

Atas konten yang terbilang tak layak itu, Kominfo memberikan peringatan kepada Tenor. Beruntung Tenor menyambut baik rekomendasi dari Kominfo untuk melakukan pembersihan konten.

Baca juga: Marak Gif Pornografi, Berapa Batasan Usia Pengguna WhatsApp?

"Akhirnya kami terhubung dengan Tenor, dihubungkan dengan WhatsApp. Tenor sudah mengupayakan apa yang kita minta," kata Dirjen Aplikasi Informatika, Kominfo Semuel Abrijani di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Sebelumnya, Kominfo memberikan peringatan kepada Facebook dan Tenor untuk membersihkan konten pornografi yang ditemukan di WhatsApp. Kominfo juga memberikan tenggat waktu kepada Tenor selama 2x24 jam agar memberikan respons atau dilakukan pemblokiran jika tak direspons.

Baca juga: Diblokir Kominfo, Gif WhatsApp Tidak Bisa Diakses?

Tak sampai 2x24 jam Tenor merespons peringatan dari Kominfo dan menerapkan fitur konten untuk membersihkan konten pornografi yang diakses pengguna WhatsApp di Indonesia. Alhasil Tenor tak akan diblokir oleh Kominfo. Kini pengguna WhatsApp tak lagi bisa mengakses konten GIF pornografi melalui Tenor yang terhubung ke WhatsApp.

"Batasan itu sudah tidak berlaku lagi. Untuk aplikasi Tenor yang tersambung ke WhatsApp, jika cari dengan kata kunci terkait pornografi (di Indonesia) sudah tidak bisa diakses," terang Semuel.

Diakui Semuel, konten pornografi atau konten negatif lainnya memang tak bisa dibendung secara keseluruhan di dunia maya. Meski begitu, Kominfo akan terus berupaya untuk meminimalisir konten negatif itu dengan mensosialisasikan konten terlarang dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. (lnm)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini