Kominfo Bakal Buka Blokir 9 Situs Penyedia GIF Pornografi di WhatsApp, tapi...

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 08 November 2017, 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 08 207 1810630 kominfo-bakal-buka-blokir-9-situs-penyedia-gif-pornografi-di-whatsapp-tapi-x57CigB8FO.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Situs atau Domain Name System (DNS) penyedia GIF pornografi di WhatsApp yakni Tenor telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Mulanya Kominfo memblokir enam situs Tenor namun kemudian bertambah menjadi sembilan situs. Beberapa di antara situs itu yakni Tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, serta media1.tenor.com.

Tenor sendiri telah memberikan respons kepada Kominfo dengan menerapkan fitur yang akan membatasi konten pornografi yang diakses dari Indonesia baik melalui situsnya maupun via WhatsApp. Atas respon positif tersebut, Kominfo berencana untuk kembali membuka pemblokiran situs Tenor.

Akan tetapi, Kominfo juga akan melihat dua hingga tiga hari ke depan. Apabila stabil di mesin pencarian, kemungkinan pemblokiran akan dihentikan.

"2-3 hari ini (DNS dicabut). Kita pantau dulu kalau memang stabil di search engine, kan masyarakat yang menggunakan. 2-3 hari dari sekarang," kata Dirjen Aplikasi Informatika, Kominfo Semuel Abrijani di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Baca juga: Marak Gif Pornografi, WhatsApp: Kami Tidak Bisa Memonitor GIF di Aplikasi

Konten pornografi sendiri diakui Semuel tak hanya ditemukan di WhatsApp, namun juga berbagai platform seperti Facebook dan Twitter. Oleh karenanya, Kominfo juga akan melakukan pertemuan dengan Facebook, Google dan platform lainnya terkait konten tersebut dalam waktu dekat.

Selain itu, Kominfo berniat untuk menyosialisasikan konten terlarang dan undang-undang yang berlaku di Indonesia ke luar negeri agar berbagai platform memberikan layanan yang positif di Indonesia.

"Nanti kita akan panggil penyedia lainnya di Indonesia, dalam waktu dekat. Kita akan sosialisasikan konten dan aturan yang berlaku di Indonesia bagi semua penyedia platform," terangnya.

Baca juga: Akhirnya! Kominfo Pastikan GIF Pornografi di WhatsApp Tak Lagi Bisa Diakses

Menurut pria yang akrab disapa Semmy itu, konten di internet memang tak bisa dibendung sepenuhnya. Pasalnya internet merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh siapa saja.

Ia mengharapkan pencegahan konten pornografi dan konten negatif lainnya tak hanya di tempuh oleh pemerintah namun juga dari masyarakat. Dijelaskan Semmy, masyarakat juga selayaknya mengontrol diri dalam menggunakan internet, misalnya dengan menggunakan fitur safe search di Google. (lnm)

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini