Snapchat Banting Tulang karena Spectacles, Kok Bisa?

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Rabu 08 November 2017 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 08 207 1810731 snapchat-banting-tulang-karena-spectacles-kok-bisa-Ck3TXZitDq.jpeg Ilustrasi Foto: AFP

CALIFORNIA – Desas-desus bahwa permintaan Snap Inc terlalu melebih-lebihkan, karena kacamata yang dilengkapi kamera tampaknya tak sesuai dengan bisnis yang mereka geluti, sebuah laporan mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut merugi.

Dalam laporan pendapatan kuartal ketiga yang dikeluarkan pada Selasa 7 November, Snap merugi USD39,9 juta biaya terkait dengan cadangan persediaan yang berlebih, dan pembatalan komitmen pembelian. Dengan kata lain, Snap tak bisa menjual Spectacles.

Masalahnya adalah, perusahaan tak bisa menjual persediaan kacamata pintarnya tersebut. Untuk periode tiga bulan yang berakhir 30 September, Snap menghasilkan pendapatan USD207,9 juta.

Wall Street memperkirakan sekira USD237 juta. Semua hal dipertimbangkan seharusnya, perusahaan tersebut mengalami kerugian bersih sebesar USD443 juta pada kuartal tersebut.

Seperti rivalnya Twitter, Snap juga sedang berjuang dengan pertumbuhan penggunanya. Selama kuartal tersebut, Snapchat hanya mendapati 4,5 juta pengguna aktif harian, meningkat tiga persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Analis memperkirakan mendekati delapan juta pengguna baru. Meski demikian, penambahan tersebut mendorong jumlah DAU menjadi 187 juta. Namun, hal-hal lain bisa terjadi lebih buruk jika Snapchat tak lekas memperbaiki diri.

Dalam sebuah surat kepada investor, CEO Evan Spiegel mengatakan bahwa Snap sedang mengerjakan perancangan ulang aplikasi mereka yang akan mempermudah penggunaannya.

Kemungkinan kuat, bagaimanapun, bahwa perancangan ulang akan mengganggu bisnis mereka dalam jangka pendek karena Snap Inc belum tahu bagaimana tanggapan masyarakat setelah mereka mulai menggunakan aplikasi yang diperbarui.

Spiegel mengatakan bahwa ini adalah risiko yang harus mereka ambil karena mereka yakin akan memberikan manfaat jangka panjang yang substansial. Demikian dilansir dari TechSpot, Rabu (8/11/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini