Ternyata! Pengguna Telefon Seluler Meningkatkan GDP Indonesia, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 21:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 09 207 1811516 ternyata-pengguna-telefon-seluler-meningkatkan-gdp-indonesia-kok-bisa-8pMxvZheuz.jpg (Foto: Inc)

JAKARTA – Penggunaan layanan seluler rupanya turut memberikan kontribusi pada gross domestic product atau produk domestik bruto (GDP) di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan riset yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo bersama Penelitian dan Pelatihan Ekonomika & Bisnis (P2EB), Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hasil riset menunjukkan bahwa setiap penambahan 10% pelanggan seluler di Tanah Air, meningkatkan GDP Indonesia sebesar 0,4%. Selain itu, riset ini juga menunjukkan bahwa mobile internet memiliki korelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi .

Dengan menggunakan data empat negara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, dan India, ditemukan bahwa dampak mobile internet terhadap peningkatan GDP di Indonesia tak berbeda dengan dampak di Thailand dan di India.

Namun, dampak mobile internet terhadap peningkatan GDP di Malaysia lebih tinggi 0.03% ketimbang dengan dampak mobile internet di Indonesia.

Fenomena ini diduga terjadi karena faktor-faktor yang mendukung pengembangan mobile internet seperti infrastruktur, kebijakan pemerintah, regulasi, dan iklim bisnis di Indonesia yang setara dengan Thailand dan India, serta berada di bawah Malaysia. Alhasil, dampak mobile internet terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih rendah dibanding Malaysia.

“Riset ini bertujuan untuk meningkatkan peran mobile internet dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat baik sosial maupun ekonomi, sekaligus untuk mengetahui dampak negatif yang harus ditangani bersama, sehingga masyarakat akan lebih fokus dalam memaksimalkan manfaat digital bagi kehidupan mereka. Hasil riset ini nantinya juga akan kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (9/11/2017).

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika & Bisnis (P2EB) UGM, Bambang Riyanto mengatakan “Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan data jumlah pelanggan jasa telepon seluler (mobile subscription) sebagai indikator variabel perilaku penggunaan mobile internet. Dalam riset ini, secara garis besar fenomena mobile internet dapat dikelompokkan ke dalam tiga dimensi, teknologi dan lingkungan sosial, perilaku dalam menggunakan mobile internet, dan dampak sosial dan ekonomi dari mobile internet.”

Hasil riset juga menunjukkan mobile internet telah memperluas kesempatan untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Banyak anggota masyarakat yang melakukan moonlighting, misalnya dengan jual beli barang online dengan menggunakan mobile internet.

Seluruh hasil riset akan diserahkan kepada pemerintah sebagai rekomendasi dalam mengatur layanan dan industri mobile internet. Beberapa rekomendasi yang akan disampaikan antara lain pentingnya kebijakan pemerintah, pendidikan, diseminasi, regulasi, serta tentang keberadaan infrastruktur dan suprastruktur yang merupakan hal esensial dalam memperkuat dan mendorong dampak positif mobile internet terhadap pembangunan ekonomi.

“Kami berharap hasil riset ini akan memberikan pemahaman mengenai perilaku penggunaan mobile internet, dimana dampak mobile internet diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk untuk meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif mobile internet,” ujar Deva Rachman. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini