Yuk! Kenali Lien Pham, Perempuan Penjahit Baju Antariksa NASA

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 09 56 1811205 yuk-kenali-lien-pham-perempuan-penjahit-baju-antariksa-nasa-mYjcS3UtDd.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Peran para penjahit cukup krusial bagi NASA, badan antariksa Amerika Serikat. Tanpa jasa mereka, maka tidak akan pernah berjalan misi luar angkasa.

Dari pesawat ruang angkasa Apollo hingga wacana kelana Mars, sejumlah perempuan bekerja di belakang layar menjahit komponen-komponen vital bagi penerbangan ruang angkasa.

Salah satunya adalah Lien Pham, sang 'penjahit ke ruang angkasa', yang bekerja di Laboratorium Jet Propulsion bagian 'toko pelindung' untuk menciptakan lapisan penghangat, yang amat penting dalam setiap penerbangan ruang angkasa.

Mungkin tidak terdengar mewah seperti penjahit-penjahit terkenal, namun Lien sebenarnya mengerjakan bahan-bahan untuk adibusana atau couture.

Misi ruang angkasa Cassini, proyek pertamanya di NASA, memungkinkan pesawat luar angkasa itu terbang ke Saturnus dengan lapisan emas dengan daya tahan untuk perjalanannya selama 19 tahun.

Lien yang lahir dan besar di Vietnam 'tidak pernah bermimpi' akan bekerja di NASA, dan yang paling tidak diduga lagi adalah menjahit untuk badan ruang angkasa itu.

Ketika keluarganya mengungsi ke Amerika Serikat akhir 1970-an setelah jatuhnya Saigon yang mengakhiri perang Vietnam, dia perlu mendapat penghasilan untuk membantu keenam saudaranya.

Keluarganya membeli dua mesin jahit dan mulai menjual pakaian dari rumah dengan menjahitnya pada malam hari.

"Kami membuat gaun, atasan, kaus dan hal-hal lainnya. Kami mendapat bayaran sekitar 50 sen (sekitar Rp6.500 dengan kurs dolar saat ini) untuk satu pakaian," jelasnya kepada program tahunan BBC, 100 Women.

Belakangan dia bekerja di perusahaan pakaian dalam pada siang hari dan sekali seminggu ikut kelas teknik elektro. Pada masa itu, kursus-kursus tekonologi sedang menjamur di California dan NASA sedang merekrut orang baru.

Teman Lien menyarankan agar dia mengajukan lamaran ke Laboratorium Jet Propulsion dan tahun 1994 dia pun mulai bekerja di NASA dalam tim pengabelan untuk misi Cassini ke Saturnus.

Tugas yang menjelimet itu membutuhkan ketelitian tinggi, menghubungkan semua instrumen teknologi yang terpisah-pisah di dalam pesawat ruang ke satu pusat aliran listrik.

"Sama seperti di pabrik pakaian hampir semuanya perempuan. Pengabelan dilakukan oleh sebagian besar perempuan karena kami amat baik dengan tangan kami," jelasnya.

Dia juga bekerja di tim lapisan penghangat, juga disebut 'toko pelindung', yang merupakan sekelompok kecil yang sebagian besar adalah perempuan yang menjahit lebih dari 20 lapisan terpisah dan beberapa amat tipis, sampai sekira 1/1.000 inci (cat. 1 inci= 2,54 cm).

Setiap lapisan dibuat polanya, diukur, dan dipasangkan, sama seperti membuat setelan terbaik. "Semuanya diukur khusus, semuanya dengan tangan," jelas Lien.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini