Wow! Fosil Berusia 260 Juta Tahun Ungkapkan bahwa Antartika Punya Hutan

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Senin 13 November 2017, 08:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 12 56 1812578 wow-fosil-berusia-260-juta-tahun-ungkapkan-bahwa-antartika-punya-hutan-AkF8Usg67H.jpg Ilustrasi Foto: NASA

JAKARTA – Para ilmuwan telah menemukan fosil prasejarah di Antartika, yang mengungkapkan bahwa benua yang dipenuhi dengan es tersebut pernah memiliki hutan yang tentu saja ditumbuhi pohon lebat.

Melansir IBTimes, Senin (13/11/2017), tim tersebut juga memperkirakan bahwa pohon Antartika tubuh sekira 260 juta tahun yang lalu, selama periode Permian, bahkan sebelum dinosaurus ada.

Periode Permian berakhir dengan kepunahan massal yang bersejarah, ketika lebih dari 90% spesies planet kita, termasuk hutan di kutub, di lenyapkan dari permukaan Bumi. Para ilmuwan percaya bahwa kepunahan massal terjadi saat iklim Bumi bergeser dari rumah es ke kondisi rumah kaca dengan cepat.

Penemuan tersebut bisa membantu peneliti menemukan seperti apa hidup di planet kita, sebelum kepunahan massal yang bersejarah.

Sebagaimana diketahui, sekira 13 fosil ditemukan oleh ahli geologi Universitas Wisconsin-Milwaukee (UWM) Erik Gulbranson dan Jhon Isbell, yang mendaki pegunungan Transantarctic yang beku untuk penelitian ini.

"Orang-orang telah mengetahui tentang fosil di Antartika sejak ekspedisi Robert Falcon Scott 1910-12. Namun, sebagian besar Antartika masih belum dijelajahi. Terkadang, Anda mungkin orang pertama yang mendaki gunung tertentu,” ungkap Gulbranson, seorang paleoekologis dan asisten profesor tamu di Departemen Geosains UWM.

Para periset juga percaya bahwa prasejarah hutan di Antartika tumbuh dengan pohon yang sangat langka dan kukuh, tak hanya itu pohon tersebut juga mampu bertahan dari berbagai jenis situasi lingkungan.

"Kelompok tanaman ini pasti mampu bertahan dan berkembang di berbagai lingkungan. Sangat jarang, bahkan sampai hari ini, agar sebuah kelompok muncul di hampir seluruh belahan dunia," lanjut Gulbranson.

Sebagai informasi, Antartika adalah tempat yang jauh lebih hangat dan lembab karena periode Permian telah berakhir. Selama masa ini, benua dunia dan yang tersebar di seluruh Bumi, malah digabungkan bersama-sama, sebagai bagian dari dua daratan besar. Antartika merupakan bagian dari southern supercontinent Gondwana, yang juga termasuk Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan Jazirah Arab saat ini.

Menurut para peneliti, fosil hutan Antartika tampak berbeda dari hutan lintang tinggi saat ini. Selama periode Permian, hutan tersebut memiliki keanekaragaman tanaman yang lebih rendah. Hutan memiliki kelompok tanaman dengan fungsi spesifik yang mempengaruhi bagaimana seluruh hutan merespons perubahan lingkungan.

Periset berharap fosil hutan juga bisa mengungkapkan lebih banyak tentang apa yang menyebabkan kepunahan massal pada akhir periode Permian dan bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan.

"Hutan ini adalah sekilas kehidupan sebelum kepunahan, yang bisa membantu kita memahami apa yang menyebabkan kejadian tersebut. Catatan geologi menunjukkan kepada kita awal, tengah dan akhir dari peristiwa perubahan iklim. Dengan studi lebih lanjut, kita dapat lebih memahami bagaimana gas rumah kaca dan perubahan iklim mempengaruhi kehidupan di Bumi,” tutup Gulbranson.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini