DO YOU KNOW: Teori Charles Darwin Ternyata Benar, Nih Penjelasannya!

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 13 November 2017, 05:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 12 56 1812791 do-you-know-teori-charles-darwin-ternyata-benar-nih-penjelasannya-efaZKs0RTZ.jpg (Foto: Phys)

JAKARTA - Charles Darwin memiliki gagasan bahwa burung menggunakan sayap mereka tak hanya untuk terbang, melainkan juga untuk berkomunikasi. Setelah 150 tahun berlalu, ternyata gagasan itu kini terbukti.

Ilmuwan melakukan percobaan terhadap burung merpati dan menemukan fakta gagasan dari Charles Darwin. Merpati menggunakan bulu sayap utamanya untuk memproduksi suara peringatan bernada tinggi.​ Suara ini digunakan untuk tanda adanya bahaya.

Sebelumnya, suara itu diketahui hanya sebagai efek samping dari kemampuan terbang merpati. Tapi kini ilmuwan mengetahui bahwa suara tersebut dihasilkan oleh delapan bulu utama di sayap merpati.

Sejauh ini, penelitian komunikasi pada burung hanya sebatas pada suaranya. Tapi penemuan ini membuktikan bahwa burung tersebut menggunakan sayapnya untuk berkomunikasi.

"Mereka (merpati) menggunakan bulu mereka sebagai alat musik," kata para ahli di The Australian National University, dikutip dari Telegraph, Senin (13/11/2017).

Dalam uji cobanya, para ilmuwan menggunakan video yang mampu merekam dengan kecepatan tinggi. Mereka melihat delapan bulu utama menghasilkan nada yang berbeda setiap kali diturunkan.

Suaranya juga berubah saat burung tersebut mengepakkannya lebih kencang. Dengan tempo yang lebih tinggi, suara itu menjadi pertanda adanya bahaya yang datang.

Delapan bulu utama di sayapnya menghasilkan nada yang tinggi sementara bulu yang kesembilan menghasilkan suara lebih rendah.

Saat ilmuwan memutarkan suara rekaman dari delapan bulu utamanya, para merpati yang menjadi bahan percobaan terlihat melarikan diri dengan terbang. Sementara sebaliknya, saat suara dari delapan bulu utama tersebut dihilangkan, mereka hanya tampak melihat-lihat ke sekeliling.

"Burung memiliki suara yang begitu menonjol, kita telah mengabaikan suara instrumental mereka yang sangat kompleks," kata Robert Magrath, yang memimpin penelitian tersebut.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini