Gagal di Pasar Ponsel, Sony Bergantung pada Bisnis Chip Kamera

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 13 November 2017, 17:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 13 207 1813259 gagal-di-pasar-ponsel-sony-bergantung-pada-bisnis-chip-kamera-0o5ymVLsYw.jpg (Foto: Reuters)

NEW YORK – Smartphone besutan Sony memang tak begitu mendulang kesuksesan layaknya Apple maupun Samsung. Meski begitu, perusahaan asal Jepang ini tetap mampu meraih keuntungan bisnis melalui lini produk lainnya.

Didukung oleh penjualan chip kamera yang lebih kuat untuk smartphone dan sistem video game serta software, saham Sony corp mampu naik sekira 20% selama tahun depan. Hal ini diungkap oleh media finansial Barron seperti dikutip Reuters.

Menurut Barron, perusahaan yang pernah menjadi pemimpin pasar elektronik ini telah tertinggal dalam penjualan televisi, komputer pribadi (PC) dan smartphone dalam beberapa tahun terakhir. Selama dua tahun fiskal terakhir yang berakhir pada Maret 2012, Sony telah menbukukan kerugian kumulatif lebih dari USD9 miliar, sekitar setengah dari nilai pasar sahamnya pada saat itu.

Namun keputusan perusahaan untuk memangkas biaya secara agresif seperti merestrukturisasi bisnis TV-nya, menjual lini komputer Vaio pada 2014 dan mengurangi bisnis smartphone, telah membantu Sony menumbuhkan kembali bisnisnya.

Salah satu bidang yang menjadi kekuatan Sony adalah game dan chip kamera. Sony mengatakan telah menjual lebih dari 60 juta konsol PlayStation 4 sejak diluncurkan empat tahun lalu. Jumlah ini tercatat hampir dua kali lipat dari perkiraan penjualan unit konsol Microsoft Xbox One.

Bisnis TV Sony juga turur memberikan andil seiring dengan kemajuan industri dan permintaan konsumen untuk upgrade ke layar OLED dan 4K. Dijelaskan Barron, Sony juga telah menghasikan pundi-pundi dana dari layanan streaming dan game yang dikemas dalam aplikasi smmartphone.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Presiden Sony, Kazuo Hirai tak lagi melirik smartphone sebagai lini bisnis utamanya. Meski begitu, pihaknya tak akan menghapus divisi ponsel dari perusahaannya.

Sebagai gantinya, Sony melirik teknologi komputasi seperti virtual reality (VR) yang dinilainya menjanjikan. Demi keberlanjutan perusahaan, Hirai tak menggantungkan bisnisnya untuk VR saja. Ia juga memiliki banyak ide eksperimental seperti untuk smartwatch FES U serta asistan pribadi in-ear. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (13/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini