Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE STORY: Kenali Caroline Herschel, Astronom Perempuan Pertama yang Temukan Komet

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 13 November 2017 14:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 13 56 1813143 okezone-story-kenali-caroline-herschel-astronom-perempuan-pertama-yang-temukan-komet-bKZ3kaOhdO.jpg (Foto: BBC)

JAKARTA – Benda luar angkasa hampir selalu menjadi perhatian banyak orang. Tak ayal penemuan baru terkait benda luar angkasa mampu menyedot perhatian beberapa kalangan.

Salah satu benda di tata surya yang pernah ditemukan adalah komet. Tak hanya laki-laki, ilmuwan perempuan pun tercatat sebagai salah satu penemu komet.

Perempuan penemu komet pertama adalah Caroline Herschel. Berkat kontribusinya di bidang astronomi, Herschel juga menjadi perempuan pertama yang menerima keanggotaan kehormatan Royal Society yang bergengsi di Inggris.

Caroline Herschel lahir di Jermann dengan nama lengkap Karoline Lucretia Herschel pada 16 Maret 1750. Herschel merupakan satu dari 10 anak dari pasangan Anna Ilse Moritzen dan Issak Herschel.

Herschel lahir dari keluarga yang bergelut di dunia musik. Kakaknya William misalnya merupakan guru musik dan organis yang akhirnya pindah ke Inggris.

Di usianya yang ke-22, Caroline Herschel turut pindah bersama kakaknya. Ia berperan sebagai penyanyi soprano dalam sejumlah pertunjukan.

Pada pertengahan usianya yang ke 30, minat William Herschel untuk astronomi mulai muncul. Caroline kemudian turut andil sebagai asisten, membantunya memoles cermin saat membangun teleskopnya sendiri.

William menemukan planet Uranus pada tahun 1781, dan kemudian menjadi knighted serta menjadi astronom istana untuk King George III.

Pada 1783, William memulai survei 20 tahun langit malam dan mempelajari setiap bagiannya. Menggunakan teleskopnya, Willianm mengamati langit yang kemudian dicatat oleh Caroline.

Akhirnya, mereka mengumpulkan 2.500 nebula dan cluster bintang baru ke dalam daftar, yang akhirnya diperbesar dan diganti namanya menjadi "New General Catalogue” (NGC). Banyak objek non-bintang yang teridentifikasi dari daftar NGC mereka.

Caroline seringkali menggunakan sweeper Newton kecil untuk mempelajari langit sendirian. Pada 26 Februari, Caroline menemukan sebuah cluster terbuka yang dikenal saat ini sebagai NGC 2360. Ia juga menemukan 14 nebula baru, termasuk NGC 205, pendamping Galaksi Andromeda.

Pada 1 Agustus 1786, Caroline mengidentifikasi sebuah benda yang melayang perlahan melaui langit malam. Ia kembali melakukan pengamatan di malam berikutnya dan segera memberitahu para astronom lain melalui surat untuk mengumumkan penemuannya dan menginformasikan mereka tentang metode sehingga mereka dapat mempelajarinya. Berkat temuan ini, Caroline telah menjadi perempuan pertama yang menemukan sebuah komet.

Meski Caroline telah membantu saudara laki-lakinya selama bertahun-tahun, keahliannya sebagai astronom telah diakui. Pada 1787, King George III secara resmi mempekerjakannya sebagai asisten William, memberinya gaji dan menjadikannya perempuan pertama yang memberikan jasa ilmiah.

Pada 1788 William menikah, sehingga Caroline memiliki banyak waktu untuk meneliti langit. Akhirnya Caroline menemukan tujuh komet lainnya selama dekade berikutnya.

Ia juga menginterpretasikan katalog bintang yang ada yang disusun oleh "bintang astronom" Inggris John Flamsteed, mengirimkan lebih dari 550 bintang yang belum disertakan dalam versi aslinya.

Setelah William menutup usianya di tahun 1822, Caroline kembali ke Jerman dan terus mengerjakan katalog nebula mereka. Ia menerima Medali Emas dari Royal Astronomical Society dan menerima keanggotaan kehormatan ke Royal Society.

26 tahun kemudian tepatnya pada 1848, Caroline Herschel meninggal dunia. Dia menulis prasasti di batu nisannya, “The eyes of her who is glorified here below turned to the starry heavens." (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini