Hiu Berusia 80 Juta Tahun Miliki 300 Gigi, Nih Penampakannya!

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 56 1813655 hiu-berusia-80-juta-tahun-miliki-300-gigi-nih-penampakannya-MJDPIGdwsp.jpg (Foto: Techtimes)

LISBOA - Para ilmuwan di Portugal menangkap seekor hiu langka yang pernah hidup ketika zaman dinosaurus. Hiu tersebut dijuluki sebagai 'fosil hidup' dan diyakini hidup 80 juta tahun silam.

Hiu jantan yang memiliki panjang 1,5 meter dengan tubuh ramping seperti ular itu terjerat kapal pukat ikan di kedalaman 2.300 kaki atau sekira 700 meter di lepas pantai Algarve, kota Portimao.

Ketika menyadari bahwa terdapat makhluk asing yang tertangkap, para nelayan komersial menyerahkannya pada tim peneliti dari Institut Laut dan Atmosfer Portugal, yang sedang menjalankan proyek untuk meminimalisasi penangkapan ikan yang tidak diinginkan dalam tangkapan ikan komersial.

Profesor Margardida Castro dari Universitas Algarve menjabarkan bahwa hewan purba itu disebut hiu parut (the frilled shark) karena memilki 300 gigi tajam yang mampu memerangkap ikan, cumi-cumi, dan hiu lainnya dalam sekali terjangan mendadak.

Hiu yang secara resmi memiliki nama ilmiah Chlamydoselachus Anguineus tersebut memiliki mulut yang merentang ke belakang kepalanya sehingga tampak lebih besar dari hiu lain. Ia juga memiliki enam insang yang berjumbai dalam lehernya. Meskipun tampak mengerikan, hiu ini tidaklah berbahaya bagi manusia, dan 60% dari mangsanya hanyalah moluska laut.

Tak banyak diketahui mengenai lingkungan dan biologi hiu tersebut, sebab ia hidup di laut yang sangat dalam sehingga sulit pula untuk ditangkap. Oleh karena itu, para ilmuwan tidak bisa meneliti lebih lanjut di laboratorium dan hanya terdapat sedikit informasi tentang hiu purba tersebut di habitat aslinya.

Hiu parut bisa ditemukan di hamparan luas Samudera Atlantik, di dekat area Kepulauan Canaria, Madeira, Azores, Galicia, Skotlandia, dan Norwegia. Hiu parut juga bisa ditemukan jauh di kedalaman Samudera Hindia dan Pasifik, lebih tepatnya di pesisir Jepang, New Zealand, dan Australia.

Samuel Garman, seorang peneliti pertama hiu purba ini, mengatakan bahwa gerakan tubuhnya yang seperti ular itulah yang mungkin menginspirasi kisah naga laut oleh para pelaut dari zaman dahulu. Demikian dinukil dari Techtimes, Senin (13/11/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini