Firefox Quantum Lebih Ngebut Ketimbang Google Chrome, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 17:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 15 207 1814588 firefox-quantum-lebih-ngebut-ketimbang-google-chrome-benarkah-O12MUZrc0s.jpg (Foto: Flickr)

JAKARTA – Mozilla telah melakukan update terbesar untuk browser-nya Firefox sejak memulai debutnya pada 2004 lalu. Bertajuk Firefox Quantum, browser ini diharapkan mampu menyaingi dan merebut minat pengguna Edge serta Chrome.

Firefox Quantum diklaim lebih cepat ketimbang Firefox 52. Perusahaan juga mengklaim bahwa browser besutannya lebih ngebut ketimbang Chrome.

“(Quantum) lebih cepat dari Firefox 52. Kami berada di titik dimana kami semakin cepat atau lebih cepat dari Chrome. Dibanding setahun yang lalu, ini merupakan lompatan besar dalam hal performa,” kata Mark Mayo, wakil presiden senior Firefox kepada Tech Radar.

Sebagai referensi Mozilla menyebut bahwa browsernya dapat berjalan dengan lancar pada laptop Acer dengan harga yang terjangkau.

"Kami fokus untuk memastikan (browser) itu tetap berjalan cepat di PC biasa, dan tidak memakan banyak memori," kata Mayo.

Sesuatu yang akan lihat sebagai gebrakan dari Mozilla untuk Firefox adalah tampilannya yang telah didesain ulang. Mayo sesumbar, bahwa hasil benchmark bukan menjadi tolok ukur satu-satunya yang baik untuk menguji sebuah produk, khususnya browser. Menurutnya, kinerjalah yang menjadi bukti dimana pengguna telah menjajalnya.

“Baru menang dalam benchmark tidak terlalu berguna. Browser harus terasa cepat dan mulus. Ini bukan hanya tentang membuat UI baru, ini tentang bagaimana orang melihat kinerjanya. Para designer senang menyertakan fitur yang mereka inginkan selama berpuluh-puluh tahun” jelasnya.

Salah satu fitur yang menarik dari Firefox Quantum adalah ekstensi yang menjadi perbaikan besar. Alih-alih memiliki kebebasan, para author kini memiliki seperangkat tombol yang lebih ketat untuk diubah melalui API WebExtensions yang baru diterapkan.

Ini artinya semua ekstensi lawas akan berhenti berjalan dengan Quantum, namun API developer telah tersedia untuk mmeberikan mereka banyak kesempatan beralih mengikuti update. Demikian seperti dilansir Tech Radar, Rabu (15/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini