Hadang Konten Negatif, 17 Live Pasang Sistem SkyEye

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 15 207 1814646 hadang-konten-negatif-17-live-pasang-sistem-skyeye-zeAnTsBUMP.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA – Konten pornografi dalam format GIF belakangan ramai diperbincangkan karena muncul pada aplikasi WhatsApp. Namun rupanya, konten semacam itu tak hanya pada aplikasi pesan instan. Aplikasi live streaming pun kerap disusupi konten negatif semisal pornografi.

Demi meminimalisir hal tersebut, aplikasi 17 Live menggunakan sistem pengawasan bertajuk SkyEye. Sistem SkyEye sendiri dirancang khusus untuk mengenali dan mengawasi kegiatan serta perilaku para pengguna saat melakukan livestreaming.

Sistem ini bekerja dengan 2 layer pengawasan yaitu dari Indonesia dan Taiwan. Untuk di Indonesia, 17 Live menggandeng tim yang akan memonitor konten selama 24 jam. Tim ini juga akan menindak bahkan memblokir akun yang kedapatan mem-posting dan melakukan streaming yang bermuatan negatif.

“Kepercayaan dan keamanan para pengguna aplikasi merupakan prioritas nomor satu bagi kami. Karena 17 Live tidak mentolerir pengguna-pengguna nakal dan konten yang sifatnya negatif seperti pornografi, SARA, merokok, minum minuman beralkohol, serta hal-hal yang sifatnya menyebarkan kebencian dan akan berdampak negatif kepada masyarakat”, kata Andryan Gouw, Direktur PT. Tujuhbelas Media Indonesia dalam pernyataan yang diterima Okezone, Rabu (15/11/2017).

17 Live mengkategorikan pelanggaran penguna dengan kategori ringan, sedang dan berat. Pengguna akun yang melanggar akan diberikan peringatan hingga dua kali. Akun yang melanggar juga akan diblokir secara permanen jika peringatan yang diberikan tak diindahkan. Bahkan akun dengan pelanggaran berat akan secara langsung diblokir tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Demi mengoptimalkan penggunaan aplikasi, 17 Live memberlakukan sistem moderasi kepada setiap pengguna yang melakukan livestreaming. Langkah ini ditempuh untuk mencegah adanya konten negatif yang akan muncul di halaman aplikasi 17 Live dimana konten itu dapat ditonton oleh masyarakat.

Fauzi, Senior Operations Manager PT. Tujuhbelas Media Indonesia mengatakan tim monitoring selalu mengawasi video yang sedang disiarkan langsung oleh pengguna dalam beberapa menit hingga satu jam untuk melihat adanya indikasi hal-hal yang mengarah kepada tindakan asusila. Jika dinyatakan aman, maka video tersebut dapat ditonton oleh masyarakat.

Satu hal yang membedakan 17 Live dengan aplikasi lainnya, adalah adanya tanda centang pada profile setiap Host Official 17 Live yang menandakan mereka merupakan Host resmi dari 17 Live sehingga menjamin konten yang disiarkan positif.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini