Mantap! Kominfo Gandeng Operator Hadirkan Fitur Cek NIK Teregistrasi

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 15:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 54 1814480 mantap-kominfo-gandeng-operator-hadirkan-fitur-cek-nik-teregistrasi-8GSFd8lct9.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberlakukan aturan terkait registrasi SIM card bagi pelanggan prabayar operator seluler. Berdasarkan aturan itu, pelanggan diwajibkan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dalam proses registrasi.

Meski terbilang mudah dan gratis, aturan ini sempat menuai kontroversi terkait keamanan data yang dimiliki pelanggan. Tak hanya itu, orang yang tak bertanggungjawab bisa saja menggunakan NIK orang lain untuk melakukan registrasi.

Mengatasi kekhawatiran tersebut, Kominfo akan menggandeng operator seluler, meluncurkan sebuah fitur. Fitur itu akan memungkinkan pelanggan melakukan pengecekan NIK yang dimilikinya terkait dengan SIM card.

Dengan layanan ini, pelanggan akan mengetahui NIK miliknya telah terdaftar untuk berapa SIM card atau nomor ponsel. Hal ini juga memungkinkan pengguna untuk mengetahui jika NIK nya disalahgunakan oleh orang lain untuk registrasi SIM card.

“Bersama operator kita sedang menyiapkan fitur untuk mengecek NIK jadi kita bisa ngecek, NIK saya sudah dipakai berapa kali. (yang ilegal) Nantinya kita minta tolong operator untuk cek agar timbul rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat,” papar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Meski begitu, menurut Rudiantara pelanggan selayaknya tak hanya mengandalkan fitur tersebut. Masyarakat di Indonesia dianjurkan untuk membudayakan keamanan terhadap keamanan data pribadi.

“Tapi juga jangan hanya mengandalkan cara itu. Kita juga harus punya budaya keamanan terhadap data pribadi. Itu kadang-kadang kita kan KTP, fotocopy, kita kasih kemana2, KK juga dimana-dimana sampai akhirnya di dunia maya,” kata Rudiantara.

Fitur itu sendiri masih dikembangkan oleh Kominfo dan operator seluler dan ditargetkan untuk rampung pada akhir November ini.

Sebagaimana diketahui dirancangnya aturan registrasi SIM card salah satunya ditujukan untuk memberikan kemanan bagi pelanggan dan meminimalisir penyalahgunaan nomor prabayar. Dengan hadirnya fitur ini, pelanggan prabayar akan lebih mendapat kepastian bahwa data pribadi miliknya tidak disalahgunakan oleh orang lain atau oknum yang tak bertanggungjawab. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini