5 Startup Termahal di Dunia, Apa Saja?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 10:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 16 207 1814965 5-startup-termahal-di-dunia-apa-saja-mfmKr5e5zO.jpeg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Istilah startup mungkin sudah tak asing lagi bagi banyak kalangan yang kini hidup di era digital. Di Indonesia sendiri banyak orang yang telah mencoba peruntungannya, memanfaatkan teknologi untuk membangun startup.

Bagi Anda yang awam, startup merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti perusahaan rintisan. Meski disebut rintisan, beberapa startup mampu mendulang kesuksesan dengan konsep teknologi yang diusungnya.

Berkat inovasinya, beberapa startup bahkan memiliki nilai valuasi yang tebilang tinggi atau mahal. Dikutip dari Forbes berikut 5 startup termahal di dunia.

Uber

Uber merupakan startup yang menjajakan layanan transportasi on demand. Perusahaan berbasis aplikasi ini didirikan oleh Travis Kalanick di San Farancisco pada Maret 2009.

Layanannya yang digandrungi oleh pengguna membuat banyak investor mengucurkan dana pada Uber. Valuasinya kini bahkan mencapai USD68 miliar atau setara Rp920 triliun dan menjadikannya startup termahal di dunia.

Didi Chuxing

Serupa dengan Uber, Didi Chuxing merupakan startup yang menyediakan layanan transportasi berbasis aplikasi. Bedanya, Didi Chuxing merupakan perusahaan asal China.

Perusahaan ini didirikan oleh Cheng Wei dan beberapa rekannya pada Juni 2012. Kini startup yang beroprasi di China ini memiliki valuasi USD50 miliar atau sekira Rp677 triliun dan menjadi salah satu startup termahal di dunia setelah Uber.

Xiaomi

China kembali menjadi salah satu asal startup termahal di dunia. Xiaomi sebagaimana diketahui merupakan vendor smartphone dan perangkat elektronik yang namanya melambung berkat teknologi yang diusungnya.

Startup ini didirikan oleh Lei Jun dan rekannya pada pada April 2010. Xiaomi kini memiliki valuasi senilai USD46 miliar atau sekira Rp623 triliun dan menjadi salah satu vendor pesaing Samsung di pasar ponsel.

Airbnb

Airbnb merupakan startup yang memungkinkan penggunanya menemukan tempat tinggal sementara saat mereka melancong ke luar kota atau negeri. Biasanya orang-orang menyewakan kamar pribadi, apartemen atau rumahnya bagi para wisatawan.

Startup ini didirikan oleh Brian Chesky di San Farancisco pada Agustus 2008. Kini perusahaan asal California itu memiliki valuasi senilai USD29 miliar atau sekira Rp392 triliun dan menjadi salah satu startup termahal di dunia.

Palantir Technologies

Palantir Technologies merupakan perusahaan software dan penyedia layanan yang berfokus pada analisa data di Amerika Serikat (AS). Software dari startup ini bahkan digunakan oleh instansi pemerintah seperti CIA dan FBI untuk memvisualisasikan hubungan di antara sejumlah besar data.

Palantir didirikan pada 2004 oleh Alex Karp yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan, bersama rekan-rekannya. Perusahaan ini menjadi salah satu startup termahal di dunia dengan valuasi senilai USD20 miliar atau setara Rp271 triliun. (lnm).

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini