nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipimpin Joy Wahjudi, Indosat Ooredoo Fokus Perkuat Jaringan

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 16 54 1815356 dipimpin-joy-wahjudi-indosat-ooredoo-fokus-perkuat-jaringan-Lp5bRGssoL.jpg (Foto: Indosat Ooredoo)

JAKARTA - Joy Wahjudi resmi menjabat sebagai Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo pada Selasa 14 November 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ia menggantikan Alexander Rusli yang tak memperpanjang kontraknya.

Selepas resmi menjabat, Joy mengungkap strategi perusahaan yang bakal dijalankannya. Secara umum, Joy mengatakan fokus perusahaan akan meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Meski demikian pria yang pernah menjabat Chief Commercial Officer di XL Axiata itu mengaku bakal kembali fokus pada bisnis inti Indosat Ooredoo. Joy menjelaskan bahwa sebelumnya Indosat Ooredoo pernah mencoba peruntungan di bisnis lain.

Baca juga: Resmi! Indosat Ooredoo Tunjuk Joy Wahjudi sebagai CEO Baru

Bisnis yang dimaksud Joy, adalah e-commerce Cipika dan uang elektronik Dompetku yang kini telah ditutup. Oleh karena itu, ia pun ingin memantapkan langkah operator bernuansa kuning tersebut untuk fokus hanya pada bisnis telekomunikasi.

"Tahun-tahun sebelumnya kita banyak bermain-main bikin bisnis ini itu. Sekarang semua kita setop, kita back to basic," ungkapnya usai acara Digital Economic Briefing 2017 di kantor pusat Indosat Ooredoo, Kamis (16/11/2017).

Demi menggenjot bisnis telekomunikasi, Joy mengatakan Indosat Ooredoo bakal fokus menyediakan jaringan dengan pembangunan infrastruktur.

"Kita ingin fokus menyediakan jaringan. Jadi saya mau pastikan pembangunan jaringan berjalan dengan baik, jangan tersendat-sendat. Itu saja dasarnya," imbuh Joy.

Baca juga: Usai Lepas Jabatan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli Lirik Sektor Kesehatan

Kendati demikian Joy mengaku tak akan berharap perusahaan yang dipimpinnya bakal menjadi nomor satu di Indonesia. Menurutnya mempertahankan posisi sebagai operator terbesar kedua di Indonesia telah dianggap realistis.

Meski berada di nomor dua, Joy menganggap Indosat Ooredoo telah memiliki pemasukan dengan pertumbuhan yang agresif.

"Sekarang kita sudah nomor dua, jadi enggak mungkin turun ke nomor tiga. Kalau nomor satu enggak mungkin. Kita realistis saja," terangnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini