Jerman Larang Anak-Anak Gunakan Smartwatch, Ada Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Sabtu 18 November 2017, 18:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 18 207 1816419 jerman-larang-anak-anak-gunakan-smartwatch-ada-apa-WbbKvz1lTM.jpg (Foto: Getty Images)

JAKARTA – Federal Network Agency Jerman (Bundesnetzagentur) mengeluarkan larangan untuk smartwatch yang ditujukan bagi anak-anak. Larangan yang dikeluarkan pekan ini tersebut juga meminta orang tua yang telah membeli perangkat semacam itu untuk dihancurkan sebagai tindakan yang dinilai berdampak baik.

Langka ini ditempuh sebagai tanggapan atas masalah privasi yang berkembang terkait perangkat yang ditujukan bagi anak-anak dibawah umur.

“Melalui sebuah aplikasi, orang tua dapat menggunakan jam tangan anak-anak tersebut untuk mendengarkan tanpa disadari lingkungan anak-anak dan mereka dianggap sebagai sistem transmisi yang ilegal,” kata presiden agensi Jochen Homann dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada BBC.

FNA juga mendesak para guru untuk lebih memperhatikan jam tangan siswa. Menurut penelitian FNA, jam tangan orang tua juga digunakan untuk mendengarkan guru di kelas.

Keprihatinan ini telah berkembang beberapa tahun belakangan karena barang-barang yang kerap digunakan anak-anak menjadi incaran. Bulan lalu, Norwegian Consumer Council mengeluarkan peringatan yang sangat keras mengenai masalah keamanan melalui perangkat yang didukung GPS.

Laporan itu mencakup pelacakan orang tua yang memungkinkan potensi hacking dari pihak lain.

“Setiap konsumen yang mencari cara untuk menjaga agar anak-anak mereka tetap aman dan aman mungkin akan berpikir dua kali sebelum membeli smartwatch jika kerentanan yang dititikberatkan dalam laporan ini belum diperbaiki," tulis NCC.

Laporan itu secara khusus menyoroti empat mereka smartwatch anak-anak yakni Gator 2, Tinitell, Viksfjord dan Xplora. Smartwatch telah diklasifikasikan sebagai perangkat mata-mata ilegal oleh agensi Eropa itu hingga akhirnya dilarang di wilayah tersebut. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Sabtu (18/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini