nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alexander Rusli: Operator Telekomunikasi Wajib Lakukan Konsolidasi

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 18 November 2017 12:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 18 54 1816292 alexander-rusli-operator-telekomunikasi-wajib-lakukan-konsolidasi-Lrw16G7k3p.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Alexander Rusli telah resmi melepas jabatan dari posisi CEO Indosat Ooredoo dan digantikan oleh Joy Wahjudi, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur and Chief Sales and Distribution Officer Indosat Ooredoo sejak 2014.

Bertemu dengan rekan-rekan wartawan Jumat malam di Jakarta, Alexander Rusli berbicara mengenai industri telekomunikasi saat ini. Menurutnya, konsolidasi operator sudah masuk pada tingkat wajib.

"Operator berpeluang, semua lagi ngomong satu sama lain, kecuali Telkomsel. Enggak ada yang tahu ujungnya seperti apa, karena semua masih saling ukur, tetapi kalau lihat angka, ya Smartfren, ya Indosat, ya XL, tri (dari Hong Kong) angkanya bisa dipelajari semua di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Ia mengatakan, angka sudah menunjukkan bahwa konsolidasi benar-benar diperlukan. "Karena pemegang saham ujungnya selalu ingin untungkan. Angkanya sudah menunjukkan bahwa konsolidasi sudah wajib, jadi pasti akan terjadi," tuturnya.

Yang jadi pertanyaannya ialah, siapa operator yang lebih dahulu melakukan konsolidasi. "Nah, jadi duluan atau belakangan, itu kadang-kadang susah, duluan itu entar, terlalu murah, tetapi juga ketinggak enggak mau," katanya.

Masuk akal apabila nantinya Indonesia hanya memiliki beberapa operator telekomunikasi saja. Ia menyebut jumlah yang ideal ialah tidak lebih dari dua operator. "Dua saja sudah setengah mati," tambahnya.

Ia melihat di negara-negara lain, memiliki sekira 2 atau 3 operator. "Kalau kita di sini ada 5, malah 6 kan. Kalau lihat angka tuh sudah harus kejadian (konsolidasi), enggak bisa nunggu lebih lama lagi," terangnya.

Perusahaan melihat perbandingan antara cost dengan revenue. Bila terus menerus lebih rendah revenue, maka harus ada langkah yang tepat untuk mengatasi hal itu.

"Bukannya temporary, karena turun terus, berarti ada sesuatu yang enggak bener. Dan masalah itu, di Indonesia seperti itu, tetapi di luar negeri, operator yang cuma 2 atau 3, juga seperti itu. Jadi ada sesuatu yang enggak benar dari model industri telekomunikasi, dengan cara operasi selama ini," pungkasnya.

Sekadar informasi, Alexander Rusli bergabung dengan Indosat Ooredoo sejak Januari 2010 sebagai Komisaris Independen dan ditunjuk sebagai Direktur Utama dan CEO pada November 2012.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini