Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA: Manusia Akan Melihat Kehidupan Alien 20 Tahun Lagi

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 20 November 2017 00:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 18 56 1816454 nasa-manusia-akan-melihat-kehidupan-alien-20-tahun-lagi-xRLU5nvU73.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA – Kehidupan alien hingga saat ini memang masih misteri. Meski begitu, menurut ilmuwan NASA manusia akan bisa menemukan kehidupan alien dalam beberapa dekade mendatang.

Kecepatan para ilmuwan dalam menemukan planet yang dapat dihuni di lingkungan kosmik semain meningkat. Ketika Pluto ditemukan pada 1930, hal ini dianggap sebagai prestasi satu-satunya untuk sains.

Namun, kurang dari 100 tahun kemudian ilmuwan telah menemukan ratusan ribu exoplanet di sistem bintang lainnya. Tony del Genio dari Institut Goddard Institute for Space Studies percaya bahwa manusia dapat menemukan kehidupan alien 20 tahun lagi.

“Saya pikir dalam 20 tahun kita akan menemukan satu kandidat yang kemungkinan demikian (dihuni alien),” katanya.

Dengan menggunakan koleksi teleskop dan radar hi-tech untuk melihat dan menganalisis planet-palnet di sistem tata surya dan galaksi lainnya, ilmuwan berhasil menemukan sekitar 3.500 planet yang mirip dengan Bumi.

Belum lama ini sebuah planet berjarak 11 tahun cahaya dijuluki sebagai rumah yang paling dekat dan paling nyaman untuk kehidupan alien, walaupun diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui apakah planet itu mampu menahan air.

Tony dan ilmuwan lainnya yang bekerja untuk NASA percaya kandidat yang paling mungkin berada di ruang angkasa untuk kehidupan alien adalah Encladus - bulan Saturnus dan Europa bulan sabit Jupiter. Mereka sangat yakin, pesawat ruang angkasa dapat dikirim ke Europa untuk melihat apakah kehidupan asing bisa berjalan disana.

Untuk menjadi hunian baru yang potensial bagi alien, dibutuhkan air sehingga permukaannya menjadi suhu yang memungkinkan cairan tersedia selama miliaran tahun agar spesies bisa tumbuh subur. Jika terlalu jauh dari bintang induknya maka akan terlalu dingin dan samuderanya akan membeku.

Akan tetapi, jika terlalu dekat cahaya dari bintang akan begitu kuat sehingga bisa membuat samudera menguap dan meledak dengan radiasi yang mematikan. Planet yang dalam prosesnya kehilangan samudra dengan cara ini dikatakan akan memiliki stratosfer lembab. Demikian seperti dilansir The Sun, Senin (20/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini