nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE INNOVATION: Mengulik Sejarah Password yang Telah Muncul Berabad-abad Lalu

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 20 November 2017 20:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 20 56 1817357 okezone-innovation-mengulik-sejarah-password-yang-telah-muncul-berabad-abad-lalu-P24vsVYuxG.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Di era digital semakin banyak aplikasi yang digunakan oleh penngguna perangkat elektronik baik pada komputer maupun smartphone. Secara langsung hal tersebut juga membuat pengguna harus memiliki password atau kata sandi sebanyak aplikasi yang mereka miliki untuk membuka akun.

Meski kini kerapkali digunakan, password bukanlah hal yang baru. Password bahkan telah ada sejak berabad-abad lalu.

Sebelum Hotmail, Skype dan Netflix mendorong Anda membuat kode yang aman, militer Romawi dilaporkan telah menggunakan password sebagai cara yang untuk membedakan teman dan musuhnya.

Baca: OKEZONE INNOVATION: Ternyata! Kacamata Telah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu di China

Pada intinya, ini merupakan cara sederhana untuk melindungi informasi yang mereka miliki. Beberapa ribu tahun yang lalu, Fernando Corbató dianggap sebagai godfather dari password komputer modern dimana ia mengenalkan ide tersebut ke ilmu komputer saat bekerja di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960.

Universitas tersebut telah mengembangkan Compatible Time-Sharing System (CTSS) yang dapat diakses oleh semua peneliti. Namun mereka berbagi mainframe umum serta file disk tunggal.

Untuk membantu menjaga file pribadi tetap privasi, konsep password dikembangkan sehingga pengguna hanya bisa mengakses file spesifik mereka sendiri selama empat jam dalam seminggu. Diketahui, di tahun 60-an, penggunaan komputer amat dibatasi.

Baca juga: OKEZONE INNOVATION: Mengulik Sejarah GIF yang Lebih Dulu Hadir Ketimbang Website

Meski password-nya kurang sempurna, Corbató adalah orang pertama yang mengakui konsepnya hingga menjadi metode keamanan komputer baik untuk ranah pribadi maupun perusahaan. Di masa-masa awal komputasi, penggunaan password cukup terbatas terutama untuk orang-orang seperti Corbató dan timnya yang termasuk orang pertama yang benar-benar mengeksplorasi kekuatan komputer.

Namun saat world wide web (www) meledak di tahun 90an, semakin banyak orang mulai menggunakan internet sehingga menimbulkan kerentanan akan data pribadi dan informasi lainnya. Akan tetapi, jauh sebelum website banyak digunakan, ilmuwan komputer tengah berupaya untuk membuat password yang lebih aman dengan menggunakan konsep kriptologi.

Baca juga: OKEZONE INNOVATION: Menilik Sejarah Instagram yang Sempat Dinilai 'Berantakan'

Kriptografer Robert Morris Sr. Pada tahun 70-an bekerja untuk Bell Labs. Ia merancang “hashing”, proses dimana serangkaian karakter diubah menjadi kode numerik yang mewakili ungkapan aslinya.

Konsep ini tidak mengharuskan untuk menyimpan password sebenarnya dalam database password. Hashing diadopsi pada sistem operasi awal seperti unix, yang banyak digunakan di seluruh dunia pada perangkat mobile dan workstation. MacOS Apple, misalnya, menggunakan unix sementara PlayStation 4 menggunakan OS Orbis, sistem operasi mirip unix.

Demi menambah tingkat keamanan lainnya, database password modern juga menggunakan “salting” untuk mengenkripsi password lebih jauh, dimana data acak dimasukkan sebelum password, kemudian string yang dihasilkan di hash.

Baca juga: OKEZONE INNOVATION: Ketahui! Ini Sejarah Facebook yang Dulunya Situs "Panas"

Konsep ini bagaimana pun tak sepenuhnya menghentikan password yang mudah ditebak. Namun saat Corbató merancang password, keamanan bukanlah masalah yang besar. Hacking (peretasan) se[erti yang banyak terjadi belakangan ini, tidak benar-benar muncul hingga tahun 80-an.

Kini hampir semua terhubung secara online, mulai dari urusan perbankan, belanja, TV, musik yang datanya tersimpan dengan aman melalui password yang terdiri dari angka dan huruf. Meski begitu, hal tersebut juga tidak menjamin data Anda aman selamanya.

Sebagaimana diketahui perusahaan sekelas Yahoo! dan Equifax pun kebobolan hingga miliaran data pelanggannya bocor. Oleh karenanya perbarui password Anda secara berkala demi meminalisir dampak peretasan. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini