nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menang Lelang 2,1 GHz, Tri Perkuat 50 Persen Kapasitas Jaringan Mulai 2018

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 21 54 1817924 menang-lelang-2-1-ghz-tri-perkuat-50-persen-kapasitas-jaringan-mulai-2018-NBfHwdgGdy.jpg (Foto: Wikimedia)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengungkap pemenang lelang frekuensi 2.100 MHz (2,1 GHz) pada akhir Oktober 2017. Dari ketiga operator yang mengikuti seleksi pada 24 Oktober 2017, dua operator yang menjadi pemenangnya, Hutchison Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo.

Khusus Hutchison Tri Indonesia, perusahaan mengungkap bahwa penambahan pita frekuensi sebesar 5 MHz bisa memperkuat kapasitas jaringan. Perlu diketahui, penetapan pemenang lelang frekuensi 2,1 GHz, refarming akan dilakukan secara bertahap.

Gustiansyah Wilson, VP Network Planning & Contract Management mengatakan, setiap operator memiliki jadwal refarming masing-masing dan Tri berada di urutan terakhir. "Setelah 25 April, kita bisa mulai masuk slot," ujar Gustiansyah kepada Okezone di Jakarta, (21/11/2017).

Baca juga: Tri Inggris Diretas, Bagaimana Nasib Pelanggan di Indonesia?

Artinya, pemanfaatan pita frekuensi tambahan di 2,1 GHz baru akan dirasakan mulai tahun depan, setelah refarming Tri selesai. Dikatakan Gustiansyah, itu pun perlu menanti sepekan hingga dua pekan setelah 25 April 2018.

Ia mengatakan, penambahan satu blok atau pita frekuensi 5 MHz menjadi 15 MHz saat ini di 2,1 GHz bisa menunjang 50 persen kapasitas jaringan. Dengan demikian, pelanggan bisa lebih merasakan pengalaman layanan data secara lebih maksimal.

Baca juga: Hutchison Tri (3) Siap Tutup Jaringan 2G

Sekadar informasi, Tri memiliki pelanggan 3G mencapai 59,2 juta atau sekira 30-35 persen. Sedangkan pelanggan 4G sekira 50 persen dan 2G 15 persen.

Hingga saat ini, Tri memiliki 18.200 BTS 3G, 16.900 BTS 2G, serta 13.600 BTS 4G. Menurut Gustiansyah, peningkatan pengguna 4G cukup signifikan sejak 2 tahun terakhir, yang ketika itu hanya memiliki 728 BTS 4G.

Baca juga: Merger Operator Seluler, Tri Indonesia: Kami Siap Konsolidasi

Pada 2016, tahap pertama Tri berhasil membuka layanan 4G di 6 kota. Sementara pada Q1 2017, meledak menjadi 234 kota dan 7.300 village.

Banyaknya orang yang bermigrasi ke 4G karena pesatnya ponsel yang mendukung 4G dengan banderol harga yang terjangkau. Selain itu, tren media sosial juga membuat orang senang menggunakan layanan data.

Lebih lanjut ia mengungkapkan besarnya trafik layanan data, di mana per harinya mencapai 4.200 TB. "41 persen YouTube, Instagram 31 persen, Facebook 15 persen, Whatsapp 10 persen," tuturnya.

Gustiansyah mengatakan, perusahaan tidak akan langsung mematikan jaringan 2G, mengingat penggunanya yang masih cukup besar. Khususnya di Indonesia bagian Timur.

2G umumnya masih dipakai orang untuk melakukan percakapan telefon dan SMS. Meskipun demikian, layanan data masih memberikan kontribusi pendapatan yang kuat untuk perusahaan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini