Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE INNOVATION: Menguak Sejarah Google Play Store yang Dulunya Bernama Android Market

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 20:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 21 56 1818092 okezone-innovation-menguak-sejarah-google-play-store-yang-dulunya-bernama-android-market-6pPERSsGcA.jpg (Foto: Android Pit)

JAKARTA – Google Play merupakan aplikasi yang pasti dimiliki oleh perangkat Android. Tanpa hadirnya toko aplikasi itu, pengguna tak dapat mengunduh berbagai aplikasi yang mereka inginkan. Namun tahukah Anda bagaimana Play Store dibangun?

Dilansir Android Authority, Play Store diluncurkan pada 2008 sebagai cara pengguna untuk mendownload aplikasi dan game pada sistem operasi Android yang pada saat itu merupakan OS baru. Mulanya, aplikasi ini bernama Android Market.

Toko tersebut menambahkan dukungan untuk aplikasi berbayar pada 2009 di AS dan Inggris, dan berkembang ke pasar internasional di tahun 2010. Di tahun yang sama, Google juga meluncurkan eBookstore.

Pada 2011, Google Music dirilis dan Android Market menambahkan dukungan untuk buku dan penyewaan film di AS. Beberapa toko yang dirilis Google tentu saja membuat pengguna bingung.

Akhirnya Google memutuskan untuk menggabungkan semua tokonya ke Google Play pada 2012. Saat pengumuman penggabungan tersebut, Google membawa fakta bahwa semua pembelian melalui Google Play akan berbasis cloud. Artinya pengguna tak perlu khawatir kehilangan file yang diunduhnya. Pengguna bisa mengunduhnya lagi dari toko tanpa perlu melakukan refresh ponsel.

Pada peluncuran Google Play, toko tersebut memiliki 450.000 aplikasi dan game Android untuk diunduh. Google Play juga berfungsi sebagai tempat untuk membeli berbagai perangkat Nexus.

Pada Agustus tahun 2012, Google mengungkapkan rencana untuk menawarkan kartu hadiah Google Play secara fisik di AS, yang memungkinkan orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit atau debit untuk membeli aplikasi, permainan, dan konten lainnya dari toko.

Kemudian pada Mei 2014, Google Play Store melakukan beberapa perubahan, mencakup tambahan beberapa informasi pada setiap deskripsi aplikasi, termasuk peringkat dan ukuran file.

Google juga menegaskan bahwa pada musim panas sejak peluncuran Google Play, toko aplikasi telah menjadi sumber pendapatan terbesar perusahaan di luar bisnis iklan internetnya. Jumlah aplikasi di Google Play juga telah meledak hingga 1,5 juta, dibandingkan dengan 1,2 juta aplikasi untuk pengguna iOS di Apple App Store.

Pada Maret 2015, Google memutuskan untuk memisahkan penjualan hardware dari Google Play Store dan masuk ke divisi Google Store miliknya sendiri. Ini artinya Google Play hanya ditujukan untuk mendownload dan membeli konten digital saja.

Pada Oktober 2015, Google Play Store mendapat desain ulang yang besar lagi, dengan tombol bagian konten melengkung, gambar besar untuk produk unggulan di bagian atas. Toko aplikasi ini juga memisahkan, Apps & Games dan Entertain (film, acara TV, buku, majalah dan musik). Selanjutnya bagian Entertain berganti nama menjadi "Movies, Music, Books".

Semua ikon untuk rangkaian aplikasi Google Play didesain ulang pada bulan April 2016 sehingga mereka dapat berbagi tampilan segitiga yang sama seperti aplikasi Google Play. Pada bulan Mei, perusahaan mengungkapkan bahwa Google Play Store dan aplikasi Android-nya, akan tersedia di sejumlah Chromebook yang berjalan di Chrome OS.

Awal tahun ini, Google mengatakan bahwa semua Chromebook yang diluncurkan pada 2017 akan memiliki akses ke Google Play. Google juga terus mengembangkan antarmuka Play Store. Pada November, Google menambahkan bagian Tren yang mencakup topik hangat terkini di industri hiburan, dan tautan unduhan konten yang sesuai.

Saat ini, Google Play Store cukup banyak dijadikan toko pusat bagi pemilik Android yang ingin membeli aplikasi atau konten lainnya. Meskipun ada beberapa toko aplikasi pihak ketiga yang juga tersedia untuk Android, terutama Appstore Amazon, tak satupun dari mereka mendulang jumlah konten yang dimiliki Google Play. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini