Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skype Tiba-Tiba Lenyap dari iOS dan Android

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 22 207 1818517 skype-tiba-tiba-lenyap-dari-ios-dan-android-daVnpPrbZd.jpg (Foto: Skype)

JAKARTA - Skype, aplikasi bikinan Microsoft, tiba-tiba menghilang dari toko aplikasi App Store (iOS) dan Play Store (Android) di China. Diduga hilangnya Skype di negara tersebut sebagai bagian dari pemblokiran aplikasi asing.

Menurut Apple, dihapusnya Skype di Negeri Tirai Bambu karena adanya permintaan dari pemerintah setempat yang mengatakan aplikasi tersebut telah melanggar hukum di China.

"Kami telah diberi informasi dari Kementerian Keamanan Publik China bahwa percakapan apkikasi melalui internet protokol tak memenuhi aturan lokal, oleh karena itu aplikasi tersebut telah dihapus dari App Store di China," ungkap juru bicara Apple, dikutip Reuters, Rabu (22/11/2017).

Baca juga: Mantap! Pengguna Skype Sudah Bisa Ajak Ngobrol Cortana

Sementara itu lembaga yang menangani penyensoran di China belum memberikan keterangan soal dihapusnya aplikasi Skype.

Berdasarkan penelurusan Reuters pada Rabu, hari ini, Skype memang menghilang dari App Store. Selain itu aplikasi tersebut juga menghilang di toko aplikasi Play Store di Android.

Microsoft, selaku perusahaan induk dari Skype juga masih belum memberikan keterangannya.

Reuters melaporkan, China memang telah meningkatkan pengawasan terhadap aplikasi internet di tahun ini. Pemerintah setempat memerintahkan perusahaan untuk menghapus ratusan aplikasi yang mungkin digunakan secara rahasia.

Baca juga: Skype Lakukan Pembaruan di Phone, Apa Keunggulannya?

Otoritas siber setempat juga secara berkala telah memutus sambungan seperti Messenger dan WhatsApp bikinan Facebook. Sebagaimana diketahui, WhatsApp menggunakan fitur enkripsi sehingga hanya penggunanya saja yang bisa melihat isi pesan di dalam aplikasi.

Pihak China mengatakan tindakan tersebut dirancang untuk melindungi privasi pribadi dan mencegah aktivitas teroris online. Selain itu pertauran di China juga mewajibkan perusahaan untuk menyimpan data pengguna di negaranya.

Dengan begitu, setiap adanya pelanggaran atau tindakan kejahatan online, pemerintah bisa mengakses data tersebut selain digunakan sebagai tujuan pengawasan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini