Share

Apple Geram Foxconn Pekerjakan Anak Magang untuk Rakit iPhone X

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 207 1818524 apple-geram-foxconn-pekerjakan-anak-magang-untuk-rakit-iphone-x-oc9iqESTFx.jpg (Foto: New York Times)

JAKARTA - Apple merasa geram kepada Foxconn. Perusahaan perakit smartphone iPhone asal China itu diketahui mempekerjakan anak magang dengan jam kerja yang berlebih.

Diungkap oleh halaman Financial Times, total anak magang yang bekerja di Foxconn sebanyak 3.000 orang. Rata-rata dari mereka berusia 17 hingga 19 tahun yang berasal dari Zhengzhou Urban Rail Transit School.

Enam orang siswa di antara mereka mengaku bekerja selama 11 jam di Foxconn. Kehadiran siswa-siswa SMA di pabrik itu adalah sebagai bagian dari program magang dari sekolah mereka. Meski demikian dengan jam kerja yang mereka habiskan selama di Foxconn ternyata melanggar aturan di China.

Baca juga: Apple Canangkan Produksi iPhone dan Macbook dengan Bahan Daur Ulang

Menurut salah seorang siswa yang tak disebutkan namanya, ia dan teman-temannya yang lain bisa mengumpulkan 1.200 kamera iPhone X setiap harinya.

Namun temuan itu menyulut protes dari Apple. Menurutnya semua pekerja yang berada di rantai pasokannya harus diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu Apple menyayangkan dengan adanya jam lembur yang dilakukan oleh para siswa magang tersebut.

"Kami tahu pekerjaan kami tidak pernah dilakukan dan kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk memberi dampak positif dan melindungi pekerja dalam rantai pasokan kami," ungkapnya juru bicara Apple dikutip dari CNet, Kamis (23/11/2017).

"Kami telah mengkonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja dengan sukarela, diberi kompensasi dan diberi banyak manfaat, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," imbuhnya.

Para siswa mengaku bahwa mereka dipaksa untuk bekerja di Foxconn selama tiga bulan. Jika tidak, mereka terancam tak lulus dari program magang tersebut.

Sementara itu juru bicara Foxconn mengungkap bahwa siswa-siswa tersebut telah bekerja secara sukarela dan telah diberitahu soal hak-haknya. Mereka mengaku akan melakukan peninjauan dan menyelidiki kasus tersebut untuk melakukan perbaikan.

"Kami telah menyelidiki semua kasus ini, dan memastikan bahwa walaupun semua pekerjaan bersifat sukarela dan diberi kompensasi dengan tepat, para pekerja magang melakukan pekerjaan lembur yang melanggar kebijakan kami," kata Foxconn.

​

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini