Siswa Magang Dipaksa 'Kerja Rodi' Demi iPhone X, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 207 1818679 siswa-magang-dipaksa-kerja-rodi-demi-iphone-x-benarkah-JCrGS1CBC4.jpg (Foto: Getty Images)

CUPERTINO iPhone X kini menjadi smartphone andalan Apple di tahun ini. Namun siapa sangka, dibalik teknologinya yang memukau iPhone X ternyata dirakit oleh para siswa yang kerap lembur.

Raksasa teknologi Cupertino itu dituduh telah mengandalkan para siswa untuk bekerja lembur demi marakit iPhone X. Mereka bekerja dibawah naungan Foxconn, yang memproduksi iPhone di Zhengzhou, China.

Menurut Financial Times, para siswa yang bekerja di Foxconn itu tengah melangsungkan tugas magang selama tiga bulan. Mereka secara rutin bekerja 11 jam per hari demi merancang iPhone X. Hal ini dinilai telah melanggar undang-undang lembur di China.

Baca:iPhone X Bikin Foxconn Alami Kerugian, Benarkah?

Tenaga kerja yang berstatus sebagai siswa memang biasa terjadi di pusat manufaktur di China itu. Para siswa dibayar, dan bekerja secara sukarela. Jumlah pekerja magang di Zhengzhou sendiri tercatat telah meningkat hingga tiga kali lipat di tahun ini.

Menurut Financial Times, pengalaman kerja seperti itu harus dibatasi selama 40 jam seminggu. Enam siswa sekolah menengah yang bekerja di Foxconn itu mengatakan bahwa batas tersebut telah dilanggar, sehingga mereka bekerja lebih dari 40 jam.

Apple sendiri mengatakan bahwa para siswa itu tak seharusnya lembur.

“Selama audit baru-baru ini, kami menemukan contoh magang siswa yang bekerja lembur di fasilitas pemasok di China. Kami telah mengkonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan mendapatkan keuntungan, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," kata Apple dalam sebuah pernyataan.

“Ketika kami menemukan bahwa beberapa siswa diizinkan bekerja lembur, kami segera bertindak. Sebuah tim spesialis berada di lokasi fasilitas yang bekerja dengan manajemen sistem untuk memastikan standar yang berlaku dipatuhi," imbuh Apple.

Baca juga:Penjualan iPhone X Ternyata Tak Sebesar iPhone 6

Salah satu siswa mengatakan bahwa dirinya dipaksa oleh sekolah untuk bekerja di Foxconn.

“Kita dipaksa oleh sekolah kita untuk bekerja disini. Padahal pekerjaan itu tidak ada hubungannya dengan studi yang saya pelajari,” katanya kepada Financial Times.

Disisi lain Foxconn mengakui bahwa para siswa magang bekerja sukarela dan diberikan kompensasi. Ia juga mengakui bahwa membuat mereka lembur melanggar kebijakan perusahaan.

Tak hanya kali ini saja, kabar pelanggaran magang di Foxconn juga ditemukan lima tahun lalu. Para siswa bekerja melebihi jam kerja selama lebih dari 11 hari berturut-turut. Bahkan Quanta Computer, perusahaan yang juga merakit perangkat Appl, Sony, serta HP pun menerapkan hal yang sama kepada siswa magang dengan jam kerja 12 jam dalam sehari. Namun perusahaan membantah hal tersebut. Demikian seperti dilansir Guardian, Rabu (22/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini