Dahsyat! Kekuatan Sinar Matahari Terangi Alam Semesta Dijelaskan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 56 1818192 dahsyat-kekuatan-sinar-matahari-terangi-alam-semesta-dijelaskan-alquran-dan-sains-yNLKXXvxPo.jpg (Foto: The New York Times)

JAKARTA - Matahari menyinari Bumi, sehingga membantu tanaman dalam proses fotosintesis. Matahari memiliki peran penting di alam semesta untuk menunjang kehidupan makhluk hidup di Bumi.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Manfaat Benda-Benda Langit dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai cahaya matahari sebagai penerang tata surya.

Dalam salah satu ayat Alquran, Allah berfirman tentang matahari. "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)," Surah An-Naba' Ayat 13. Ayat ini menyatakan bahwa Allah telah menciptakan pelita, yaitu matahari, dengan cahaya yang amat terang.

Baca juga: Ternyata! Alquran dan Sains Jelaskan Matahari sebagai Penentu Waktu dan Arah

Matahari yang tampak di langit adalah sebuah bola gas pijar yang amat besar berdiameter sekira 1,3 juta kilometer dan suhu permukaannya sekira 5.800 K. Luminositas atau daya matahari mencapai 390 triliun-triliun (dengan 24 tambahan angka nol) watt, bandingkan dengan daya lampu penerangan rumah yang hanya 25 watt atau lampu sorot yang hanya 500 atau 1.000 watt.

Temperatur di pusat matahari amat tinggi, sekira 10 juta derajat. Pada temperatur yang sangat tinggi itu reaksi fusi nuklir berlangsung, reaksi penggabungan empat inti atom hidrogen menjadi sebuah inti atom helium dan dari hasil reaksi fusi tersebut ada energi yang dilepaskan.

Matahari sebagai Sumber Energi

Matahari merupakan bola gas panas dengan hidrogen sebagai kandungan utamanya. Hidrogen itulah yang menjadi bahan bakar nuklir di inti matahari, sehingga menyebabkannya berpijar dan memancarkan cahaya yang sangat panas.

Baca juga: Matahari Terbit dari Barat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Di pusat matahari sendiri, selalu terjadi reaksi fusi nuklir untuk menghasilkan panas dan cahaya. Energi yang ada padanya setiap detik menyusut sebanyak 4 juta ton akibat dikonversi menjadi cahaya. Dari inti matahari, pijarannya mencapai kulit luar bola matahari pada radius 700.000 kilometer dengan memancarkan energi berdaya 390 triliun-triliun watt.

Energi yang mengarah ke Bumi menempuh jarak 150 juta kilometer. Panas yang terpancar darinya dinikmati manusia dan makhluk lain di Bumi dalam kehidupannya.

Selain itu, panasnya juga dapat dimanfaatkan sebagai penghangat biosfer planet Bumi dan berperan dalam proses fotosintesis dari segala jenis tumbuhan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini