Terkena Parasit, Semut Ini Punya Tampang Serang Mirip Zombie

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 22 56 1818361 terkena-parasit-semut-ini-punya-tampang-serang-mirip-zombie-jpUSJON3mF.jpg (Foto: Live Science)

JAKARTA - Sebuah parasit dikatakan bisa memanipulasi otak semut dan mengeluarkan zat tertentu yang bisa mengontrol hewan tersebut.

"Kebiasaan memanipulasi merupakan (karakateristik) cukup rumit yang hanya terjadi ketika ada sebuah koevolusi antara patogen dan inang," ungkap Charissa de Bekker seorang ahli biologi di Pennsylvania State University, dikutip dari Livescience, Rabu (22/11/2017).

Parasit berupa jamur berjenis Ophiocordyceps itu diketahui membutuhkan tubuh semut untuk melangsungkan kehidupannya. Ketika semut melintas di antara spora jamur saat mencari makan, jamur tersebut langsung menempel dan menyebar ke tubuh semut.

Baca juga: Wow! Lautan Terdalam Ternyata Ada di Dekat Indonesia

Sel jamur di kepala melakukan pelepasan zat kimia yang membajak sistem saraf pusat serangga tersebut. Jamur itu akan menuntun semut tersebut ke dedaunan atau ranting lalu membunuhnya.

Setelah semut itu mati, jamur itu akan melepaskan spora dari bagian belakang kepada semut dan menginfeksi lebih banyak semut di bawahnya.

Meski demikian, de Bekker dan rekan-rekannya yang lain masih belum mengetahui mengapa jamur jenis itu menyerang pada jenis semut tertentu.

"Bisa jadi karena begitu banyak alasan," katanya. "Mungkin semut memiliki siklus hidup yang berbeda atau mungkin mereka tidak pernah menemukan spora," imbuhnya.

Baca juga: Inikah Laptop Terbesar yang Pernah Ada?

Temuan semut Zombi ini pertama kali diketahui pada 2009 oleh Kim Fleming di South Carolina. Jamur yang menjadi parasit bagi serangga itu menyerang dua jenis semut di antaranya Camponotus castaneus dan Camponotus americanus.

Setelah melakukan penelitian terhadap semut zombie, tim yang dipimpin oleh de Bekker akhirnya mengetahui zat yang menginfeksinya. Dua senyawa yang dikeluarkan adalah guanidinobutyric acid (GBA) dan sphingosine.

"Mungkin akan ada keseluruhan campuran bahan kimia yang harus ada dalam jumlah yang tepat, bekerja sama untuk memanipulasi perilaku semut," kata Bekker.

‚Äč

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini