Mantan Insinyur NASA Pecahkan Misteri Penampakan UFO

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 00:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 22 56 1818514 mantan-insinyur-nasa-pecahkan-misteri-penampakan-ufo-LJDf5JC15j.jpg (Foto: ESA/YouTube)

JAKARTA - Seorang mantan insinyur NASA, James Oberg, telah menelusuri banyak penampakan dan kisah mengenai UFO, lalu memecahkan misteri tersebut, dengan sains. Hasilnya menyimpulkan bahwa sebagian besar “penampakan UFO” merupakan “space dandruff”, atau otak Andalah yang keliru dengan tampilan luar angkasa yang sebenarnya.

Seperti yang ditunjukkan oleh Cara Giaimo dari Atalas Obscura, setelah bekerja dalam kendali misi NASA pada akhir 1990-an, Oberg kemudian menjadi jurnalis dan sejarawan ruang angkasa. Beberapa tahun yang lalu ia baru mulai menelaah UFO dengan serius.

Baca juga: Waduh! Berbekal Peta NASA, Alien Berpotensi Temukan Bumi

Hipotesisnya yaitu indra manusiawi manusia begitu terbiasa fokus memperhatikan objek yang bergerak lambat, serta kondisi cahaya dan atmosfer tertentu, sehingga ketika terdapat perubahan, otak manusia menjadi bingung.

“Saya cukup berpengalaman dengan penerbangan luar angkasa yang sesungguhnya. Saya menyadari bahwa apa yang terlihat di video-video tidak ada apa-apanya selain ‘norma’ dari fenomena dunia nyata dalam setting yang tidak wajar,” Oberg menuliskan di situsnya.

Oberg menjelaskan bahwa space dandruff adalah benda-benda yang terlepas dari kendaraan ruang angkasa saat penerbangan, seperti keping es, serpih cat, atau fragmen insulasi. Mereka berbeda dengan serpihan ruang angkasa karena tidak menimbulkan sebuah ancaman terhadap pesawat antariksa.

Baca juga: Heboh Penampakan UFO di Laboratorium NASA

Butiran dandruff ini sangatlah umum. Namun, mereka terlihat aneh bagi manusia karena manusia tidak terbiasa melihatnya terjatuh saat stasiun luar angkasa melintasi antariksa.

Pada akhir 2015, warga California bagian selatan gempar saat melihat sebuah cahaya putih terang yang tampak menembak langit malam. Namun, benda tersebut sebenarnya adalah hasil uji coba rudal tanpa senjata oleh Angkatan Laut AS. Jejak cahaya tersebut adalah kilasan partikel yang meledak oleh pendorong roket.

Peristiwa tersebut menggemparkan banyak orang karena di Bumi kebanyakan dari manusia jarang atau bahkan tidak pernah melihat suatu asap yang sebesar dan setajam itu.

Meskipun begitu, bukan berarti manusia harus menyerah dengan segala penampakan UFO yang ada dan menganggap bahwa semuanya adalah ‘normal’.

“Hal ini bagus untuk terus memindai kejanggalan yang ada pada video luar angkasa dan melaporkannya dengan segera,” tutur Oberg kepada The Huffington Post pada 2013. Demikian sebagaimana dilansir dari Science Alert.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini