Diretas, Uber Bungkam Hacker dengan Uang Rp1,3 Miliar?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 24 207 1820193 diretas-uber-bungkam-hacker-dengan-uang-rp1-3-miliar-wJR3kxpILQ.jpg (Foto: Reuters)

CALIFORNIA – CEO Uber, Dara Khosrowshahi telah mengungkap pelanggaran data yang dialami oleh perusahaannya di tahun 2016. Meski begitu, perusahaan yang mulanya dipimpin Travis Kalanick tersebut malah memilih untuk membungkam hacker dengan memberinya uang sejumlah USD100.000 atau sekira Rp1,3 miliar.

Sang hacker berhasil membobol 57 juta data pribadi driver dan pelanggan, termasuk nama dan pemegang lisensi sekira 600.000 driver Uber. Dalam posting-an blog-nya, Khosrowshahi mengatakan bahwa ahli forensik eksternal menilai bahwa lokasi pengendara,, nomor kartu kredit, rekening bank, dan nomor jaminan sosial tidak dibobol.

Baca: Diam-Diam Uber Pernah Di-Hack, 57 Juta Data Pengguna Dibobol

Insiden ini tentu amat disayangkan. Namun dari serangkaian pelanggaran data perusahaan ternama, dampak dari masalah yang menerpa Uber ini terbilang relatif rendah, sebagaimana dikutip dari Statista.

Hal yang dinilai memprihatinkan adalah tidak terbukanya perusahaan. Khosrowshahi bahkan belum menjadi CEO pada saat itu dan baru mengetahui masalah tersebut saat ini.

Sebagai pemimpin, Khosrowshahi memilih untuk mengungkapnya ke publik tak lama setelah ia mengetahui pelanggaran data itu.

“Semua ini seharusnya tidak terjadi, dan saya akan tidak akan membuat keputusan semacam itu,” katanya.

Baca juga: Waduh! Uber Digugat 3 Wanita Gara-Gara Diskriminasi

Sebelumnya beberapa perusahaan ternama juga sempat mengalami insiden serupa bahkan dengan korban data yang lebih banyak jumlahnya. Yahoo! pada 2016 lalu mengakui bahwa hacker membobol tiga miliar data penggunanya.

LinkedIn di tahun yang sama juga mengalami pelanggaran data sejumlah 117 juta informasi pribadi penggunanya. Dibanding perusahaan-perusahaan tersebut, jumlah korban Uber memang relatif rendah. Namun insiden ini menambah masalah yang melanda Uber di tahun 2017. Demikian seperti dilansir Business Insider, Jumat (24/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini