DO YOU KNOW: Ini yang Terjadi saat Kalkun Jatuh dari Pesawat Terbang

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017, 05:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 24 56 1819583 do-you-know-ini-yang-terjadi-saat-kalkun-jatuh-dari-pesawat-terbang-XxnDP1BSga.jpg (Foto: Andy Shupe/The Northwest Arkansas Democrat-Gazette/AP)

LITTLE ROCK - Kalkun domestik tidak bisa terbang, tetapi itu tidak menghentikan orang-orang di sebuah kota kecil di Arkansas untuk menjatuhkan kalkun dari pesawat kecil pada sebuah acara festival tahunan, yang menarik pertentangan dari para aktivis hak-hak hewan.

Kalkun tidak bisa mengepakkan sayapnya dan terbang seperti burung lainnya, tetapi mereka bisa memperlambatkan kejatuhannya.

“Banyak burung dengan sayap yang mampu mengangkat, tapi dayanya tidak cukup untuk terbang,” kata Michael Habib, seorang profesor anatomi di Universitas Southern California, kepada Live Science.

Baca juga: Wow! Dinosaurus Berjambul Unik Mirip Kalkun Raksasa Ditemukan di China

Festival ini adalah acara tahunan Turkey Trot di Yellville. Selama 50 tahun terakhir dalam festival, seorang pilot lokal telah menerbangkan sebuah pesawat dan menjatuhkan kalkun domestik dari ketinggian 150 meter ke ladang lokal.

Permasalahan dari kalkun domestik tersebut adalah, mereka bisa memperlambat jatuh, tetapi tidak dapat melakukannya terus-menerus, tergantung pada berapa lama ia dapat terus mengepakkan sayapnya.

Habib mencatat bahwa kalkun sangat kuat untuk jangka waktu pendek, seperti pelari manusia. Meskipun begitu, mereka tidak bisa melakukannya dengan lama. Jadi, pada saat awal mereka terjatuh, kalkun cenderung mengepakkan sayapnya dengan liar.

Baca juga: Unik! Peneliti Temukan Nenek Moyang Burung Modern

Menurut situs Ask the Van di departemen fisika Universitas Illinois, saat burung terbang, sayap mereka akan menekan udara turun dan menghasilkan daya dorong sehingga ia naik. Saat sayapnya muncul, mereka akan membungkuk dan mendorong udara lebih sedikit. Itulah yang memungkinkan secara umum burung terbang dan bergerak maju.

Dengan dorongan maju yang cukup, seekor burung bisa terbang dan “meluncur”, karena bentuk sayapnya menciptakan aliran udara yang kurang padat di atasnya, seperti sayap pesawat terbang.

Namun, kalkun domestik sangat berat dibandingkan daerah sayap mereka sehingga tidak dapat benar-benar terbang atau meluncur dengan baik, Habib mengatakan demikian.

Habib mengatakan, kalkun domestik tidak bisa terbang, tetapi kalkun liar bisa. Namun, terlepas dari kemampuan kalkun untuk terbang, menjatuhkan kalkun bukanlah hal yang baik. “Ini sangat tidak etis,” kata Habib. Dilansir dari Live Science, Kamis (23/11/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini