Selain Terbesar, Semut Peluru Juga Punya Gigitan Paling Menyakitkan

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 24 56 1819705 selain-terbesar-semut-peluru-juga-punya-gigitan-paling-menyakitkan-62XyH3hHVS.jpg (Foto: ZME Science)

JAKARTA - Semut menjadi serangga yang umum ditemukan di lingkungan kita. Meski ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan manusia, namun beberapa jenis semut memiliki gigitan yang sangat menyakitkan.

Salah satunya adalah semut peluru. Gigitan semut jenis ini dikatakan 30 kali lebih menyakitkan dibandingkan dengan sengatan lebah. Maka tak heran jika semut peluru dikenal memiliki gigitan paling menyakitkan bagi manusia.

Semut dengan nama ilmiah Parponera Clavata ini merupakan penghuni asli hutan hujan di Amerika Selatan. Semut peluru memiliki bisa pertahanan yang sangat ampuh. Dikatakan bahwa sengatannya bisa dirasakan ke sekujur tubuh.

Baca juga: Siapa Sangka Benda "Aneh" Ini Ada di 25 Penemuan Terbaik versi TIME

"Dengan sengatan semut peluru, rasa sakit akan menjalar ke seluruh tubuhmu. Kamu akan mulai berkeringat, gemetar, detak jantung meningkat, dan jika kamu mendapatkan beberapa sengatan, kamu mungkin akan pingsan," kata ahli alam Steve Backshall dikutip dari ZME Science, Jumat (24/11/2017).

Berbeda dengan jenis lainnya, koloni semut peluru tak sebanyak semut yang lain. Mereka biasa membuat sarang di bagian dasar tumbuhan dengan jumlah koloni hanya mencapai ratusan ekor.

Semut pekerja biasanya mencari makan di pohon dan jarang turun ke permukaan tanah. Sementara itu ratu semut peluru memiliki ukuran tubuh yang lebih besar. Ukurannya bisa mencapai 20 hingga 30 mm.

2.250 gigitan semut peluru sanggup membunuh orang dewasa dengan berat badan sekira 74 kg. Meski tak bertahan cukup lama namun gigitannya mengandung senyawa neurotoksin yang disebut poneratoxin.

Baca juga: Wow! Lautan Terdalam Ternyata Ada di Dekat Indonesia

Tapi uniknya semut peluru digunakan oleh suku Satere-Mawe di Brasil sebagai ujian penghargaan kesatria. Untuk mendapatkan gelar itu seorang pemuda harus mengenakan semacam sarung tangan yang dipenuhi semut peluru di dalamnya.

Proses itu setidaknya memerlukan 20 kali percobaan. Usai mengikuti penghargaan itu, tangan peserta mengalami bengkak, kemerahan dan biasanya mereka merasakan pusing di kepalanya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini