Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjajal Efek Bokeh Kamera Ganda Xiaomi Mi A1

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 17:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 24 57 1819908 menjajal-efek-bokeh-kamera-ganda-xiaomi-mi-a1-1uJSpmFHjt.jpg (Foto: Moch. Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Kamera ganda menjadi segmen bisnis baru bagi industri ponsel. Fitur ini melengkapi sektor fotografi yang sebelumnya ramai dengan selfie cantik hasil filter beautify di kamera depan.

Tak hanya milik smartphone kelas atas semacam Galaxy S8, Galaxy Note 8, iPhone 7 Plus, iPhone 8 Plus, dan iPhone X, kamera ganda juga menjadi bahan "jualan" bagi smartphone di kasta menengah.

Misalnya saja Xiaomi dan Motorola. Keduanya resmi memperkenalkan perangkat mid-end Xiaomi Mi A1 dan Moto G5S Plus. Keduanya sama-sama mengusung kamera ganda di bagian belakang, serta sama-sama meluncur pada September 2017 di Indonesia.

Dengan rentang waktu yang berdekatan, spesifikasi yang hampir sama, dan fitur unggulan yang sama, keduanya disebut-sebut menjadi rival di pasar smartphone kelas menengah berkamera ganda.

Selama beberapa pekan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk menjajal efek bokeh pada kamera ganda Xiaomi Mi A1. Meski sama-sama punya efek bokeh, fungsi kamera ganda di kedua smartphone berbeda.

Moto G5S Plus memanfaatkan kamera gandanya untuk menangkap foto berwarna dan hitam putih secara bersamaan, kemudian dijadikan satu sehingga diklaim lebih tajam.

Sementara Xiaomi mirip dengan iPhone 7 Plus. Masing-masing kamera memiliki peran yang berbeda soal cakupan bidang. Satu kamera untuk menangkap gambar secara wide (lebar), satu lagi untuk menangkap gambar dengan cakupan tele (jauh).

Baca juga: Mengulik Redmi 4X, si Mungil Pesaing Galaxy J5

Kesan Menjajal Efek Bokeh

Kamera ganda Xiaomi Mi A1 tak hanya bisa digunakan untuk memotret objek dari jarak jauh dan memotret pemandangan. Karena punya efek bokeh, kamera gandanya bisa dipakai untuk memotret manusia atau portraiture.

Saat masuk ke dalam menu kamera, pengguna akan menemukan sebuah ikon bulat di bagian atas dan di tengahnya tampak ikon seorang manusia. Saat diklik, ikon tersebut akan berubah menjadi berwarna biru.

Ikon tersebut untuk mengaktifkan efek bokeh di Xiaomi Mi A1. Setelah diklik, akan muncul peringatan untuk menempatkan subjek dalam jarak 2,5 meter. Kemudian jika jaraknya sudah pas, notifikasi itu berubah menjadi depth of field.

Saat notifikasi itu muncul, maka sistem di kamera Mi A1 akan mengaburkan fokus di sekitar subjek, sehingga fokus subjek utama masih terlihat fokus sementara sekelilingnya tampil bokeh (blur).

Memotret di luar ruangan (outdoor) bisa mendapatkan cahaya yang berlimpah saat siang hari. Kami melakukan percobaan di dalam ruangan menjelang petang. Hasilnya, bokeh masih didapat dan gambarnya cukup jelas.

Hasil bokeh dari kamera Xiaomi Mi A1 tampak rapi dan cukup menyerupai hasil kamera profesional. Meski beberapa detail di pinggiran subjek masih terlihat adanya "cacat" bokeh, tetapi hal itu baru bisa terlihat ketika gambar diperbesar.

Secara sekilas, "cacat" itu masih bisa tersamarkan karena tak banyak ditemukan pada setiap sisinya. Sehingga, gambar masih bagus untuk dipajang di akun Instagram atau media sosial lainnya.

Saat diperbesar, gambarnya pun masih tajam. Memang masih terdapat efek noise (bintik-bintik) di beberapa bagian, tapi masih layak unggah di medsos meski telah di-crop.

Spesifikasi

Kamera belakang Xiaomi Mi A1 masing-masing memiliki ketajaman 12 megapiksel (26 mm, f/2.2; 50 mm f/2.6), dengan tambahan dual LED flash. Kemudian di bagian depan, tampak kamera selfie berketajaman 5 megapiksel.

Di dapur pacu, Xiaomi menggunakan SoC Snapdragon 625 octa-core berkecepatan 2.0 GHz dan GPU Adreno 506. Sementara RAM-nya berkapasitas 4 GB dengan ruang penyimpanan 64 GB.

Layarnya seluas 5,5 inci dengan rasio screen-to-body 70,1%. Resolusinya full HD 1080 x 1920 dan telah dilapisi pelindung Corning Gorilla Glass 3. Xiaomi Mi A1 menjalankan Android 7.1.2 yang ditopang baterai berkapasitas 3.080 mAh.

Baca juga: Menjajal Redmi Note 4, Tampang Premium Pesaing Zenfone 3

Benchmark & Performa

Kami juga melakukan uji performa dengan menggunakan aplikasi benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench. Hasilnya, skor total dari pengujian dengan AnTuTu adalah 60.165. Xiaomi Mi A1 mendapatkan skor 3D 12.872, UX 21.141, CPU 20.900, dan RAM 5.252.

Kemudian saat menggunakan aplikasi Benchmark, smartphone ini memperoleh skor single-core sebanyak 858 dan multi-core 4.168 point. Lalu bagaimana saat digunakan sehari-hari?

Xiaomi Mi A1 mampu melakukan pengoperasian harian seperti media sosial, browsing internet, menonton video dan bermain game dengan lancar. Baterainya, bisa menopang pengoperasian selama seharian dan waktu stand by 5-7 hari.

Kami menguji kemampuannya dengan memainkan game Asphalt 8, Mobile Legends: Bang Bang dan Point Blank Strike. Ketiganya masih lancar saat dimainkan sehingga bisa dikatakan memiliki performa yang lumayan tangguh.

Proyek Android One

Mi A1 adalah smartphone Android One yang diproduksi Xiaomi. Android One adalah proyek inisiasi Google di bisnis hardware, dengan tujuan menghadirkan perangkat murah di negara berkembang.

Cirinya adalah setiap ponsel proyek Android One menggunakan sistem operasi Android murni tanpa adanya antarmuka dari pabrikan ponsel. Sebagaimana kita ketahui, Xiaomi memiliki antarmuka MIUI.

Di Mi A1, antarmuka tersebut tak dipakai oleh Xiaomi sehingga tak sama seperti smartphone Xiaomi seri lainnya. Selain di Android One, Google juga menerapkan OS Android murni di ponsel Nexus dan kini Pixel. Akan tetapi keduanya menyasar pada pasar ponsel premium.

Oleh karena itu, di Xiaomi Mi A1 penggunanya tak akan menemukan banyak aplikasi bawaan Xiaomi yang biasanya ditemukan di MIUI. Tiga aplikasi bawaan Xiaomi yang bertahan di Android One adalah Feedback, Mi Remote, dan Mi Community.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini