Data Pelanggan Bocor, Uber Dipantau 5 Jaksa Agung di AS

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Sabtu 25 November 2017 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 25 207 1820418 data-pelanggan-bocor-uber-dipantau-5-jaksa-agung-di-as-C7fGu062fc.jpg Ilustrasi Foto: Shutterstock

CALIFORNIA – Perusahaan layanan ridesharing Uber Technology, kembali melakukan pelanggaran keamanan yang merugikan driver juga penumpang.

Diklaim, Uber telah membocorkan 57 juta informasi pribadi pelanggan dan driver sebelumnya pada 2016. Oleh karena itu, kini perusahaan tersebut telah menjadi sorotan beberapa instansi pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Komisi Perdagangan Federal telah memastikan bahwa pihaknya melihat pelanggaran tersebut dan bagaimana Uber menangani hal itu. Begitupun dengan sejumlah agen di luar negeri yang juga menyelediki kejadian tersebut.

Baca Juga: Curhat Mantan Pegawai Akhiri Kiprah Travis Kalanick di Uber

Baca Juga: Para Pemburu Alien Kirim Pesan ke Planet Lain, Apa Isinya?

Tak hanya mereka, Uber pun kini sedang diselidiki juga oleh setidaknya lima kantor kejaksaan negara bagian dan telah disebutkan dalam beberapa tuntutan hukum.

Melansir Washington Post, Minggu (25/11/2017), jaksa agung Massachusetts, Illinois, Connecticut, New York dan Missouri telah membeberkan penyelidikan atas kekurangan keamanan data yang mengerikan ini, dan juga beberapa keputusan eksekutif Uber untuk tidak melaporkan kejadian itu.

Meski rincian penyelidikan ini belum terungkap, namun kemungkinan Uber akan membatalkan sejumlah undang-undang Negara bagian, ketika mereka gagal memberitahukan pelanggan tentang pelanggaran data pada waktu yang tepat.

"Tidak satu pun dari ini seharusnya terjadi, dan saya tidak akan membuat alasan untuk itu. Meskipun saya tidak dapat menghapus masa lalu, saya dapat melakukan atas nama dari setiap karyawan Uber bahwa kita akan belajar dari kesalahan kita,”ungkap CEO Uber, Dara Khosrowshahi menanggapi atas pelanggaran dan kesalahan penanganan data tersebut.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini