Punah, Kerangka Lembu Laut Ini Ditemukan Tanpa Kepala

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Senin 27 November 2017 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 25 56 1820271 punah-kerangka-lembu-laut-ini-ditemukan-tanpa-kepala-lQygamvFb0.jpg Ilustrasi Lembu Laut (Foto: Digital Trends)

MOSKWA - Sebuah kerangka lembu laut Steller tanpa kepala baru-baru ini ditemukan di timur laut Rusia. Penemuan itu membantu para peneliti memecahkan beberapa misteri tentang hewan besar yang punah ini.

Daryl Domning, seorang profesor anatomi dan ahli lembu laut Steller di Universitas Howard, Washington D.C, yang tidak terlibat dalam penemuan ini mengatakan bahwa para peneliti tidak yakin berapa jumlah tulang belakang (yang membentuk tulang punggung) milik lembu laut Steller dan seperti apa siripnya.


Baca juga: Temuan Fosil Ungkap Misteri Hewan Laut

Peneliti Marina Shitova menemukan lembu laut Steller (Hydrodamalis gigas) saat survei rutin di garis pantai Komandorsky Nature Reserve. Ia melihat rusuk makhluk mati itu menyembul dari pasir dan kerikil. Beberapa hari kemudian, ia kembali untuk menggali tulang-tulangnya, yang memakan waktu 8 orang tersebut selama 4 jam untuk mencarinya.

Kerangka tersebut memiliki panjang 5,2 meter. Namun, ditambah dengan panjang dari bagian yang hilang (termasuk kepala), lembu laut tersebut kira-kira berukuran 6 meter saat masih hidup.


Baca juga: Duh Kasihan, Dua Lembu Laut Terdampar Akibat Badai Irma

Domning mengatakan, ini adalah hal yang luar biasa bisa menemukan spesimen baru dengan lengkap. Selama 200 tahun terakhir, para peneliti telah menemukan sisa-sisa potongan H. gigas.

Oleh karena mereka memiliki spesimen yang belum lengkap, para peneliti mengumpulkan kerangka tulang. Terakhir kali para peneliti menemukan kerangka lembu laut Steller yang hampir lengkap pada 30 tahun yang lalu, saat spesimen sepanjang 3 meter ditemukan di Pulau Bering, Rusia.

“Namun, tidak selengkap yang baru ditemukan ini,” ujar Domning. Menurut pernyataannya, kerangka yang baru ditemukan tersebut akan dipamerkan di Nature Reserve Komandorsky. Demikian seperti dilansir dari Live Science.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini