Daftar Tanaman Karnivora yang Ada di Dunia, Apa Saja?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 26 November 2017 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 25 56 1820445 daftar-tanaman-karnivora-yang-ada-di-dunia-apa-saja-wkuEydMF5w.jpg (Foto: YouTube)

JAKARTA - Tanaman umumnya tumbuh dengan proses fotosintesis serta menyerap air melalui akar kemudian dialirkan ke seluruh tubuh tanaman. Akan tetapi, tanaman tertentu rupanya memiliki keunikan dengan menyantap serangga.

Diambil dari berbagai sumber, berikut ini beberapa tanaman karnivora atau pemakan daging.

Dionaea Muscipula

Dianaea Muscipula atau yang lebih dikenal sebagai penangkap lalat Venus, mungkin merupakan tanaman karnivora yang paling terkenal. Tanaman ini memakan serangga serta arakhnida. Flytrap Venus merupakan tanaman kecil yang memiliki empat hingga tujuh daun yang tumbuh dari batang bawah tanah.

Sarracenia

Sarracenia merupakan genus tanaman karnivora yang berasal dari pesisir timur, Texas, dan danau besar. Daun tanaman telah berevolusi menjadi corong, dengan tudung seperti struktur tumbuh di atas lubang untuk mencegah air hujan menipiskan cairan pencernaan.

Serangga tertarik dengan warna, bau, dan sekresi mirip nektar di bibir teko. Pijakan yang licin setidaknya membantu menjatuhkan serangga ke tempat di mana mereka mati dan dicerna oleh pretease dan enzim lainnya.

Genlisea

Genlisea atau lebih dikenal sebagai tanaman corkscrew terdiri dari 21 spesies dan umumnya tumbuh di lingkungan terestrial semibasah hingga semiair. Tanaman ini tersebar di Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Drosera

Drosera, yang biasa dikenal dengan sundews terdiri dari tanaman terbesar dengan setidaknya 194 spesies. Tanaman ini bisa ditemukan di Benua Antartika. Sundews bisa membentuk mawar berjarang dan memiliki tinggi berkisar antara 1 cm hingga 1 m. Menariknya, ia bisa hidup hingga 50 tahun.

Sundews dicirikan dengan tentakel glandular bergerak di atasnya dengan sekresi lengket manis. Ketika seekor serangga mendarat di tentakel yang lengket, tanaman tersebut mampu memindahkan lebih banyak tentakel ke arah serangga untuk menjebaknya lebih jauh.

Setelah terjebak, kelenjar sessile kecil akan mencerna serangga dan menyerap nutrisi yang dihasilkan, kemudian bisa digunakan untuk membantu pertumbuhan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini