Nasib Snapchat yang Jatuh Bangun Tersalip Instagram

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 27 November 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 27 207 1821181 nasib-snapchat-yang-jatuh-bangun-tersalip-instagram-u6QKwoqXU9.jpg (Foto: TechCrunch)

CALIFORNIA – Menjadi entrepreneur khususnya dalam usia muda memang tak mudah. CEO Snap – induk perusahaan Snapchat, Evan Spiegel namanya melambung setelah menuai kesuksesan berkat aplikasiny. Namun kini pencapaiannya menyusut bahkan setelah Snapchat menggalang dana IPO.

Spiegel bahkan sempat memiliki kekayaan hingga tiga kali lipat dari jumlah sebelumnya pada sembilan bulan lalu. Saat membuka IPO harga saham per lembar Snapchat senilai USD24, melonjak 41%. Sayangnya, harga saham mereka terus menyusut karena persaingan dengan Instagram yang lebih agresif menjiplak fitur mereka.

Saat ini saham Snapchat diperdagangkan dibawah USD13, memberikan perusahaan pangsa pasar sebesar USD15,6 miliar. Jumlah ini turun dari perkiraan yakni sebesar USD31 miliar.

Baca: Gara-Gara Kacamata Pintar, Pendapatan Snapchat Anjlok, Kok Bisa?

Kemunduran ini dinilai TechCrunch karena tidak banyaknya rencana Snapchat untuk menghidupkan kembali bisnisnya. Sebagaimana diketahui, Snap membalikkan pendiriannya pada beberapa hal penting.

Salah satunya adalah menggandeng influencer media sosial, bukan memerangi berita palsu di media sosial. Selain itu, Snap juga sebagian besar berfokus pada negara-negara dengan video bandwith yang tinggi, sementara negara berkembang tak begitu diliriknya.

Setelah kehilangan ekspektasi pendapatannya sebesar USD30 juta pada kuartal ketiga ini, Spiegel mengakui bahwa perusahaannya perlu mempercepat adopsi produknya di antara pengguna Android dan pengguna di negara lainnya.

Baca juga: Evan Spiegel Akan Rombak Tampilan Snapchat, Ada Apa?

Perusahaan yang lekat dengan warna kuning itu juga mengatakan siap untuk bekerja lebih gigih demi menarik perhatian pengguna di atas usia 34.

Disisi lain, Snap melakukan banyak langkah untuk memeras pendapatan dari penggunanya. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Snapchat berkeinginan untuk memenangkan banyak bisnis dengan format iklan yang baru nan imersif. Meski begitu, tak jelas apakah langkah ini akan membuat perusahaan mampu bangkit. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Senin (27/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini