nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berhasil Kalahkan Apple, Ini Kata Bos Huawei

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 27 November 2017 13:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 27 57 1821207 berhasil-kalahkan-apple-ini-kata-bos-huawei-sX5US6hTEf.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

BEIJING - Raksasa manufaktur China, Huawei mengumumkan telah mengirim lebih dari 112 juta smartphone pada periode Januari-Oktober 2017. Capaian memastikan bahwa perusahaan tersebut menggeser Apple sebagai pembuat smartphone terbesar kedua di dunia dengan rekor pengiriman pada kwartal tiga (Q3) 2017.

Namun, dalam sebuah kunjungan ke Huawei Research Institute di Jepang, Presiden yang juga pendiri Huawei, Ren Zhengfei berbicara tentang kenaikan kinerja perusahaan baru-baru ini. Dan dia sangat mengapresiasi Apple.

Baca juga: Demi Saingi Apple dan Samsung, Huawei 'Latah' Rancang Smartphone Lipat

Ren menyatakan, Apple membuka setidaknya tiga area di dunia teknologi. Pengenalan PC (personal computer) pertama, teknologi pengolahan citra Apple, iPhone Apple dan iPod Touch adalah tiga area yang disebutkan oleh Ren. Inovasi tersebut membuat Apple mengubah dunia smartphone dan mereka (produsen ponsel pintar) perlu mengucapkan terima kasih untuk itu.

Berbicara tentang kesuksesan Huawei, Ren mengatakan, ekonomi mobile internet adalah salah satu alasan utama untuk terus melangkah.

Penjualan Apple mengalami masa surut akhir-akhir ini, terutama di China. "Ini karena Apple terlalu percaya diri dan teralu arogansi terhadap penggunanya," kata Ren seperti dilansir Gizchina, Senin (27/11/2017).

Baca juga: Ada-Ada Saja! Huawei Sindir Apple soal Kegagalan FaceID

Kemerosotan oleh Apple ini telah memberi perusahaan lain celah untuk dijelajahi dan mereka melakukannya dengan baik, yang terbukti dari kesuksesan Huawei. Dengan diluncurkannya seri Mate 10, Huawei terus menikmati dominasinya di pasar lokal dan imbasnya penjualan Apple di China terus merosot.

Meski begitu, ada prediksi dari sektor lain bahwa Apple masih memiliki kekuatan untuk menggantikan Samsung dari posisi teratas di kuartal empat (Q4) 2017. Dengan demikian pertempuran mungkin jauh dari selesai dan posisi Huawei saat ini bisa jadi mungkin berumur pendek.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini