Uber Diblokir di Israel, Ada Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 28 207 1821850 uber-diblokir-di-israel-ada-apa-Umt3WsveJs.jpg (Foto: Slash Gear)

JAKARTA Uber dilaporkan telah diblokir di Israel. Menurut media setempat –Jerusalem Post, hakim telah memerintahkan agar layanan ride-sharing di negaranya itu harus berhenti beroperasi pada pukul 10 pagi waktu setempat.

Sebelumnya Uber mengharapkan hasil persidangan dapat diperpanjang, namun pada akhirnya hakim memutuskan untuk memblokirnya tanpa perpanjangan waktu. Keputusan hakim menyebutkan bahwa layanan mobil Uber Day dan Uber Night tidak memiliki asuransi dan lisensi yang benar.

Di Israel sendiri semua sopir taksi harus memiliki izin untuk membawa penumpang, namun Uber berpendapat bahwa hal tersebut tidak berlaku bagi layanan ride-sharing mobil miliknya. Perusahaan transportasi online itu juga menyebut bahwa para sopir tidak menghasilkan keuntungan, mereka hanya berpenghasilan untuk menutupi biaya pemeliharaan kendaraan mereka.

Baca: Uber Kena Tuntut Korban Perkosaan Gara-Gara Kesalahan Rekam Medis

Langkah pemblokiran ini menyusul keluhan yang disampaikan ioleh Kementerian Transportasi Israel, serikat pengemudi taksi dan perusahaan pesaing Uber – Gett, yang mengklaim Uber meremehkan aturan yang berlaku di Israel.

Sementara itu juru bicara Uber mengatakan akan tetap menawarkan Uber Taxi di Israel, meski dua jenis layanannya di blokir.

“Sementara kami mengakhiri operasi Uber Night dan Uber Day, kami akan terus menawarkan Uber Taxi di Israel. Kami berkomitmen untuk bekerjasama dengan pihak berwenang Israel untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat memperbaiki kota-kota kami dengan alternatif transportasi yang aman dan terjangkau,” katanya.

Baca juga: Uber Tak Diizinkan Beroperasi di London, Ini Alasannya

Uber mulai menguji layanannya akhir tahun lalu. Perusahaan yang didirikan Travis Kalanick itu kemudian memperluas operasi mobilnya pada Oktober lalu, meski mucncul beberapa keluhan dari pemerintah.

Pemblokiran ini tentu menambahn deretan masalah hukum yang menerpa Uber. Sebelumnya, Uber telah dilarang di Inggris, dan kini perusahaan tengah mengajukan banding.

Uber juga mengalami tantangan untuk beroperasi di Norwegia dan Italia. Demikian seperti dilansir Independent, Selasa (28/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini