Adopsi Perangkat VR Mulai Meroket, Ini Penyebabnya!

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 29 November 2017, 08:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 28 207 1821949 adopsi-perangkat-vr-mulai-meroket-ini-penyebabnya-U1aKh5jzj1.jpg (Foto: Oculus)

JAKARTA – Perangkat Virtual Reality (VR) memang menggoda pengguna dengan kecanggihannya. Namun banderolnya yang mahal serta kebutuhannya yang mengharuskan pengguna memiliki PC cukup kuat atau PS4, membuat VR dinilai tak mudah untuk diadopsi secara cepat.

Namun siapa sangka rupanya klaim itu keliru. Pasalnya sebuah data terbaru menunjukkan penjualan perangkat VR yang cukup kuat.

Baca: DJI Rilis Headset VR buat Balapan Drone, Seberapa Hebat?

Calalys merilis data terbaru yang menyebutkan jumlah headset VR yang dikirim dalam satu kuartal berhasil mencapai satu juta unit. Ini menandai pertama kalinya angka tersebut muncul, dan diharapkan terus meningkat di kuartal selanjutnya.

Manurut analis Canalys, Vincent Thielke pencapaian itu terjadi berkat pemotongan harga yang menjadikan headset lebih terjangkau. Oculus Rift misalnya dari USD599 menjadi USD399.

Baca juga: Minat Konsumen terhadap Perangkat VR Masih Rendah

“Pengadopsian VR di segmen konsumen sangat bergantung pada harga, dan strategi penurunan harga Oculus telah benar-benar membantu mendorong adopsi,” katanya.

Dalam laporan itu juga disebut beberapa headset VR yang mendominasi pasar. VR Sony PlayStation memimpin dengan pangsa pasar 49%, diikuti oleh Oculus dengan pangsa pasar 21% dan HTC 16%. Demikian seperti dilansir Ubergizmo, Rabu (29/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini