Gunung Agung Erupsi, Bagaimana Layanan Telekomunikasi di Bali dan NTB?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 28 54 1822132 gunung-agung-erupsi-bagaimana-layanan-telekomunikasi-di-bali-dan-ntb-OOdYjbUwnn.jpg (Foto: Commons BTS)

JAKARTA - Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, terus mengalami erupsi dalam beberapa hari belakangan ini. Akibatnya sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan karena faktor keselamatan.

Saat ini Gunung dengan ketinggian 3.031 mdpl itu mendapatkan status Awas yang ditetapkan oleh Gubernur Bali pada 27 November 2017. Meski mengalami gangguan pada sektor penerbangan, namun telekomunikasi di kawasan tersebut masih berjakan baik.

Berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Balai Monitoring Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), fasilitas sarana dan prasarana telekomunikasi di kawasan tersebut baik dan terkendali.

Baca juga: Operator Dirugikan, APJATEL Dorong Aturan Penataan Jaringan Telekomunikasi

"Kondisi sarana dan prasarana telekomunikasi nasional khususnya layanan telefon seluler dan penyiaran nasional tidak mengalami gangguan dan tetap dapat memberikan layanan kepada masyarakat sebagaimana mestinya," tulis Kominfo, Selasa (28/11/2017).

Lebih lanjut, Kominfo juga mengatakan bahwa penggunaan fasilitas komunikasi untuk kebutuhan posko-posko berjalan baik, aman, terkendali serta tidak ada gangguna. Sementara penggunaan fasilitas komunikasi untuk kebutuhan penanganan bencana juga berjalan baik.

"Penggunaan fasilitas komunikasi masyarakat ORARI dan RAPI untuk membantu kebutuhan penanganan kebencanaan juga berjalan baik dan terkendali. Spektrum frekuensi sarana pengendali penerbangan kedua wilayah (airnav) berfungsi dengan baik dan terkendali," imbuhnya.

Baca juga: Salah Konfigurasi, 6 Juta Data Pelanggan Verizon Bocor

Kominfo mengaku pihaknya terus melakukan pengawasan spektrum frekuensi radio guna memastikan sarana dan prasarana telekomunikasi berjalan baik di wilayah yang terkena dampak bencana dan wilayah yang lebih luas.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini