Terungkap! Ilmuwan Pecahkan Misteri 'Monster' Yeti

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Kamis 30 November 2017, 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 29 56 1822796 terungkap-ilmuwan-pecahkan-misteri-monster-yeti-M6GeFBaGh6.jpg (Foto: iStock/Independent)

HIMALAYA - Para ilmuwan telah mengungkapkan identitas yeti, spesimen fenomenal yang terkenal sebagai monster legendaris.

Makhluk itu juga dikenal sebagai “Abominable Snowman” atau  "Manusia Salju yang Jahat". Yeti telah lama menjadi ciri dari cerita rakyat Himalaya, dan terkenal luas di dunia Barat sejak abad ke-19.

Selama bertahun-tahun, berbagai spesimen yang diduga berasal dari yeti yang sesungguhnya telah dikumpulkan. Itu merupakan dasar dari sebuah penelitian baru yang dipimpin oleh Dr. Charlotte Lindqvist, seorang ahli biologi di Universitas Buffalo.

Baca juga: Video Penampakan Yeti di Ukraina Gegerkan Netizen

Analisis genetik dari sembilan "yeti", tulang, gigi, kulit, rambut dan sampel feses menunjukkan bahwa mereka berasal dari beruang. Kecuali satu gigi yang diambil dari pameran museum, yang merupakan milik seekor anjing.

"Nyatanya, sebagian besar legenda belum ada hubungannya dengan beruang," kata Dr Lindqvist.

Meskipun asumsi bahwa yeti mungkin berasal dari penampakan beruang bukanlah hal yang baru, penelitian tersebut – yang diterbitkan dalam Prosiding Royal Society B – adalah analisis paling komprehensif yang dilakukan selama ini.

Baca juga: Makhluk Mitologi Yeti Tertangkap Kamera di Rusia

Sebuah makalah sebelumnya, menghubungkan dua sampel yeti dengan beruang kutub prasejarah. Namun, hal tersebut masih dipertanyakan.

Dengan melakukan penyelidikan genetik komprehensif terhadap berbagai sampel dan membandingkannya dengan sampel dari beruang, Dr.Lindqvist dan rekan-rekannya bertujuan untuk menuntaskan persoalan ini.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa sampel yang diambil berasal dari spesies beruang modern, lebih tepatnya beruang Himalaya cokelat dan hitam.

"Temuan kami sangat mengesankan bahwa dasar-dasar biologis dari legenda yeti dapat ditemukan di beruang lokal, dan penelitian kami menunjukkan bahwa dengan ilmu genetika maka misteri serupa selanjutnya harus dapat terungkap pula," ujar Dr Lindqvist.

Selain memecahkan misteri monster ini, analisis genetik secara mendalam oleh para ilmuwan memungkinkan mereka untuk mempelajari lebih banyak tentang populasi beruang di wilayah Himalaya.

Menurut Dr. Lindqvist, memahami keragaman genetik beruang di wilayah ini dapat bermanfaat saat bekerja pada strategi pengelolaan mamalia tersebut, yang sebagian besar terancam punah.

"Penelitian genetika lebih lanjut tentang hewan langka dan sulit dipahami ini dapat membantu menerangkan sejarah di wilayah tersebut, serta membawa sejarah evolusioner ke seluruh dunia - dan sampel 'yeti' tambahan dapat berkontribusi pada pekerjaan ini," katanya. Demikian dilansir dari Independent, Rabu (29/11/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini