Baterai Galaxy S9 Terisi Penuh dalam Waktu 12 Menit, Pakai Teknologi Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 30 November 2017, 09:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 29 57 1822696 baterai-galaxy-s9-terisi-penuh-dalam-waktu-12-menit-pakai-teknologi-apa-XGkHVXC1Mj.jpeg (Foto: Samsung)

SEOUL – Samsung belum lama ini mengungkap temuan teknologi untuk meningkatkan kapasitas baterai lithium-ion. Dengan menggunakan zat bernama “graphene ball", Samsung mengklaim bahwa lithium ion dapat dirancang menjadi lebih lama dengan proses pengisian yang lebih cepat.

Munculnya pengumuman ini membuat spekulasi yang kuat bahwa Samsung akan baterai berteknologi baru tersebut untuk Galaxy S9 dan Note 9, dimana perangkat itu akan menjadi flagship Samsung selanjutnya.

Unit penelitian Samsung - Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT), mengklaim telah berhasil mensistesis graphene ball pada baterai, yang akan membantu meningkatkan kapasitasnya hingga 45% dan mendorong peningkatan proses charging hingga lima kali lipat.

Hal ini menandai penggunaan lain dari zat graphene ball, dimana sebelumnya telah digunakan dalam beberapa proyek seperti mendeteksi kanker, hingga memurnikan air laut.

Graphene merupakan bahan terkuat yang pernah diuji, mengandung satu lapisan atom karbon. Keberadaan zat semacam itu sudah dikenal puluhan tahun, namun sampai saat ini para ilmuwan pun mampu memproduksinya.

Para ilmuwan juga mengeksplorasi berbagai aplikasi graphene lainnya. Pada April lalu, tim peneliti Korea menggunakan materi tersebut untuk mengembangkan display OLED.

Jika klaim yang dilontarkan Samsung itu benar, langkah ini akan menjadi perubahan besar bagi pengguna smartphone.

Beberapa vendor yang saat ini mengusung fast charging hampir selalu memakan waktu diatas satu jam. Namun dengan graphene ball, waktu pengisian akan menurun drastis, yakni hanya sekira 12 menit saja.

Sayangnya teknologi ini nampaknya belum siap untuk disematkan pada Galaxy seri 9 yang kemungkinan dirilis pada 2018. Namun tentunya masih ada peluang jika Samsung mampu mempercepat pengembangan baterai tersebut. Demikian seperti dilansir Value Walk, Kamis (23/11/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini