Indonesia Jadi Inspirasi Perkembangan Produk Google

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 30 November 2017, 19:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 30 207 1823312 indonesia-jadi-inspirasi-perkembangan-produk-google-lKdca1Uah3.jpg (Foto: Moch Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Indonesia dan negara berkembang lainnya seperti India, Brasil dan Filipina, menjadi inspirasi Google dalam mengembangkan produknya selama ini. Menurut Vice President Next Billion Users, Caesar Sengupta, inspirasi itu berawal dari tantangan di beberapa negara tersebut.

Ia mencontohkan fitur offline yang kini ada dalam aplikasi YouTube dan Google Maps berawal dari keterbatasan kecepatan dan akses internet di negara berkembang. Setelah sukses di jalankan negara tersebut, fitur itu diperluas secara global.

Baca juga: Google Luncurkan Aplikasi Penghemat Internet Datally

"Negara berkembang sebenarnya menjadi inspirasi bagi negara maju. Misalnya saja kami hadirkan YouTube offline, Google Maps offline, yang ditujukan untuk negara berkembang ternyata sukses juga secara global," ungkap Caesar di kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Melalui tim Next Billion Users (NBU), Google melakukan riset di negara berkembang guna menghadirkan produk yang relevan sesuai dengan kondisi di negara tersebut. Misalnya saja dalam hal pembuatan aplikasi Datally yang baru diluncurkannya, ia mengaku telah melakukan riset selama beberapa tahun.

Menurut Caesar, selama ini orang Indonesia seringkali tak sadar atau tak tahu pemakaian kuota data yang telah dihabiskan. Selain itu, mereka juga tak mengetahui aplikasi mana saja yang menguras kuota data.

"Pengguna seringkali bertanya-tanya ke mana saja kuota data yang sudah terpakai. Kenapa tiba-tiba kuota datanya sudah habis padahal baru diisi beberapa hari," imbuhnya.

Baca juga: Google Hapus Tiang Listrik Setya Novanto di Aplikasi Maps

Oleh karena itu Google merilis aplikasi Datally guna mengontrol dan mengetahui aplikasi mana saja yang menghabiskan sebagian besar kuota datanya. Kemudian pemantauan juga dipermudah karena telah memiliki 'balon', sebuah jalan pintas berbentuk bulat, di layar smartphone saat mengakses aplikasi.

Balon itu digunakan untuk memantau penggunaan aplikasi yang sedang digunakan. Dengan mengetuk ikon tersebut, pengguna bisa menghentikan penggunaan data agar lebih hemat.

Aplikasi tersebut telah tersedia di Play Store dan bisa digunakan untuk pengguna smartphone Android mulai dari Lollipop 5.0. Sementara itu Google masih belum berencana untuk menghadirkannya di iOS.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini