Evolusi Dinosaurus Bersisik Menjadi Burung Berbulu

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017, 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 56 1823366 evolusi-dinosaurus-bersisik-menjadi-burung-berbulu-pgFGyxnDcG.jpg (Foto: David Hone)

JAKARTA - Kini sebuah pengetahuan telah mengungkap bahwa burung merupakan dinosaurus. Terlebih lagi, sejumlah penemuan yang terus berkembang membuka wawasan yang luar biasa mengenai bentuk dan keragaman bulu pada berbagai dinosaurus non-unggas dan burung purba.

Bulu terdiri dari keratin, yang juga membentuk sisik (cakar dan bagian kulit, bahkan rambut manusia) dan keduanya merupakan bagian pertumbuhan kulit, jadi mungkin mereka memiliki semacam sejarah evolusioner bersama, tetapi itu sejauh yang peneliti ketahui.

Meskipun burung modern memiliki kaki yang bersisik, sebenarnya itu adalah bulu yang termodifikasi dan bukan merupakan bagian yang bertahan dari keturunan dinosaurus.

Berbagai dinosaurus dan burung purba menunjukkan bahwa mereka benar-benar tertutup bulu. Bahkan sampai ke kaki mereka. Baru kemudian "sisik" muncul kembali di kaki burung, tetapi belum dapat diketahui bagaimana sisik tersebut bertransformasi.

Baca juga: Dinosaurus Spesies Baru Ini Punya Gigi Seperti Gunting

Pada 2014, seekor dinosaurus baru dan unik bernama Kulindadromeus ditemukan di Siberia. Dinosaurus tersebut tak hanya memiliki filamen yang seperti bulu, tetapi beberapa di antaranya juga tumbuh sisik.

Meskipun hewan kecil ini berasal dari keturunan yang sangat berbeda dengan jenis burung purba, hal ini setidaknya menunjukkan bahwa beberapa struktur seperti bulu mungkin telah berevolusi secara langsung dari sisik yang termodifikasi.

Baca juga: Fosil Jutaan Tahun Jadi Petunjuk Dinosaurus yang Saling Menyayangi

Pada penelitian baru yang terbit minggu lalu, para peneliti mencari tahu proses terbentuknya sisik dan bulu. Mereka mengambil gen yang dianggap penting dalam suatu perkembangan bulu dan membiarkannya dalam embrio buaya dan ayam selama perkembangan bulu dan sisik.

Buaya memang tidak memiliki bulu, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan yang relatif sederhana pada beberapa gen dapat menyebabkan perkembangan awal sisik bahkan pada seekor buaya modern. Hal tersebut memiliki banyak kesamaan pula dengan bulu purba dari dinosaurus non-unggas.

Modifikasi gen pada ayam menghasilkan beragam bentuk bulu, termasuk yang tampak pada berbagai dinosaurus, sehingga perubahan dari sisik menuju bulu setidaknya dijembatani dari sisi lain dalam penelitian ini. Beberapa di antaranya sangat sesuai dengan langkah teoritis antara bulu dan sisik yang telah dikemukakan.

Beberapa uji coba yang lebih mendalam selanjutnya pada gen ini mungkin akan menunjukkan proses lengkap bagaimana sisik berevolusi menjadi bulu. Demikian dilansir dari The Guardian, Kamis (30/11/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini