DO YOU KNOW: Berapa Lama Manusia Mampu Bertahan Tanpa Air?

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017, 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 56 1823371 do-you-know-berapa-lama-manusia-mampu-bertahan-tanpa-air-TXZ8rxQ8PU.jpg (Foto: Dreamstime)

JAKARTA - Belum ada prediksi terpercaya tentang seberapa cepat dehidrasi akan membunuh seseorang. Banyak yang mengatakan, rata-rata manusia dapat bertahan hidup tanpa air dari dua hingga satu minggu, tetapi itu masih perkiraan kasar.

Kesehatan seseorang, cuaca, dan aktivitas fisik seseorang akan membantu menentukan berapa lama ia bertahan tanpa air. Di lingkungan yang sangat panas, orang dewasa bisa kehilangan antara 1 dan 1,5 liter, dilansir dari Live Science, Kamis (30/11/2017).

Menurut Randall Packer, seorang ahli biologi di George Washington University di Washington D.C, di lingkungan yang sangat panas, orang dewasa bisa kehilangan antara 1 dan 1,5 liter keringat per jam. Biasanya, bila seseorang dehidrasi hingga sakit, mereka juga akan kepanasan, artinya suhu internal tubuh terlalu tinggi.

Baca juga: Subhanallah, Air sebagai Kebutuhan Vital Manusia dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Dr. Kurt Dickson, seorang dokter medis darurat di Banner Thunderbird Medical Center di Arizona mengatakan bahwa hal itu tidak selalu terjadi, terutama di antara kelompok orang tertentu. Anak-anak yang masih sangat muda dan orangtua dengan demensia mungkin akan lupa untuk minum air putih atau tidak dapat mengambil air tanpa bantuan.

Baca juga: Manusia Ternyata Berasal dari Air

Menurut panduan National Health Service 2009 di Inggris, dehidrasi berat terjadi saat seseorang kehilangan cairan sekira 10 persen dari total beratnya, meskipun pengukuran itu terlalu sulit dalam praktik. Namun, kehilangan cairan hingga 1,5 liter per jam di hari yang terik akan mengakibatkan dehidrasi jauh lebih cepat.

Saat kadar cairan turun dalam tubuh, cairan tersebut dialihkan untuk mengisi organ vital dan darah sehingga sel-sel di seluruh tubuh menyusut, Dr. Jeffrey Berns, yang menjadi presiden terpilih Yayasan Ginjal Nasional mengatakan kepada The Washington Post pada 2014.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini