Twitter Perluas Aplikasi Hemat Data ke 24 Negara

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017, 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 02 207 1824181 twitter-perluas-aplikasi-hemat-data-ke-24-negara-B5eii7mAgB.jpg (Foto: GizBot)

JAKARTA - Internet telah menjadi kebutuhan hidup di era digital saat ini. Tapi bagi beberapa pengguna internet di negara berkembang, penggunaan aplikasi, terutama untuk hiburan, dapat mengurasi data lebih banyak. Hasilnya, mereka mesti membeli paket data lebih sering.

Untuk mengatasi masalah itu beberapa perusahaan mengambil langkah untuk menyediakan apikasi hemat data. Misalnya saja Facebook dengan Facebook Lite, LINE dengan LINE Lite, YouTube dengan YouTube Go, dan Twitter dengan versi Lite.

Baru-baru ini, Twitter telah memperluas ketersediaan aplikasi versi hemat datanya tersebut. Sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Senin (4/12/2017), perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat tersebut menghadirkan aplikasi versi Lite di kawasan Asia, Afrika dan Amerika.

Baca juga: Pakistan Blokir Twitter, Facebook Cs, Ada Apa?

Negara yang dituju antara lain Algeria, Bangladesh, Bolivia, Brasil, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Mesir, Israel, Kazakhstan, Meksico, Malaysia, Nigeria, Nepal, Panama, Peru, Serbia, El Salvador, Afrika Selatan, Thailand, Tunisia, Tanzania, dan Venezuela.

Tak seperti versi orisinalnya yang memiliki file unduhan cukup besar, Twitter Lite hanya memiliki ukuran file unduhan 3 MB. Selain dapat menghemat ruang di perangkat, Twitter Lite juga bisa menghemat penggunaan kuota karena dapat bekerja di jaringan 2G atau 3G.

Sementara pengguna Twitter di Indonesia telah kebagian Twitter Lite versi desktop pada Mei 2017 lalu. Tapi sayangnya layanan tersebut bukan dalam bentuk aplikasi melainkan website. Belum diketahui apakah Twitter bakal menambahkan Indonesia untuk merilis aplikasi versi ringan tersebut.

Baca juga: Twitter Mulai Uji Coba Fitur Bookmark untuk Simpan Kicauan Teman

Mengutip halaman Antara, Twitter Lite menggunakan teknologi Progressive Web App (PWA) sehingga mampu menghemat data hingga 70 persen dan lebih cepat 30 persen bila dibandingkan dengan akses dari aplikasi di ponsel.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini