Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astronom Temukan 72 Galaksi Baru Tersembunyi Berusia 12 Miliar Tahun

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 06:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 02 56 1824134 astronom-temukan-72-galaksi-baru-tersembunyi-berusia-12-miliar-tahun-Ci7r0tbILr.jpg (Foto: Space)

JAKARTA - Para astronom di European Southern Observatory Very Large Telescope di Chili, menemukan 72 galaksi baru yang tersembunyi di luar angkasa. Semua galaksi tersebut diakui sempat terlewat dari pandangan saat dilihat melalui teleskop luar angkasa Hubble.

72 galaksi ditemukan dengan instrumen MUSE saat para astronom tengah mengukur jarak dari 1.600 galaksi lainnya melaui survei Ultra Deep Field. Semua galaksi tersebut ditemukan bersinar dalam cahaya Lyman-alpha yang merupakan cahaya gelombang ultraviolet panjang. Panjang gelombangnya terbentang dari sinar ultraviolet hingga bisa terlihat atau mendekati inframerah.

Penemuan ini diketahui berasal dari Ultra Deep Filed yang merupakan wilayah kecil di langit dari rasi selatan Fornax. Dikutip dari Space, Minggu (3/12/2017), dengan menggunakan Advanced Camera for Surveys (ACS), Hubble mengintip ke wilayah langit terkecil.

Baca juga: Rupanya! Planet dengan Lautan Lava Ini Miliki Atmosfer

Teleskop itu kemudian menemukan galaksi yang terbentuk kurang dari 1 miliar tahun tersebut setelah Big Bang, yang muncul di alam semesta. Big Bang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, sehingga diperkirakan galaksi tersebut berusia lebih dari 12,8 miliar tahun.

"MUSE dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Hubble seperti memecah cahaya dari setiap titik gambar menjadi warna komponennya untuk menciptakan spektrum. Hal ini memungkinkan kita untuk mengukur jarak, warna dan sifat lain dari semua galaksi yang dapat kita lihat, termasuk beberapa yang tidak terlihat oleh Hubble sendiri," kata Roland Bacon, pemimpin survey tersebut.

MUSE adalah instrumen spektroskopi untuk mengukur cahaya yang dipancarkan, diserap atau tersebar di luar angkasa. Dengan menggunakan spektroskopi, para astronom dapat belajar tentang bintang, galaksi dan benda lainnya, termasuk sifat seperti seberapa cepat benda bergerak dan elemen apa yang terbuat dari benda tersebut.

Baca juga: Terungkap! Ini Penyebab Pluto Miliki Suhu yang Dingin

"MUSE baru-baru ini menjalani upgrade optik adaptif, yang dapat membantu studi galaksi masa depan," Bacon menambahkan.

Penemuan tersebut tidak hanya memberikan target penelitian baru kepada para astronom, namun juga akan membantu studi tentang gerak bintang dan pembentukan dan sifat lain dari galaksi lama.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini