China Tak Menutup Diri untuk Akses Internet Global, tapi..

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017, 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 03 207 1824391 china-tak-menutup-diri-untuk-akses-internet-global-tapi-THHMaMhJrM.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Republik Rakyat China (RRC), Xi Jinping mengumumkan bahwa China tidak akan menutup pintunya untuk internet global, tetapi akan menerpakan cyber sovereignty (kedaulatan dunia maya).

Dilansir Neowin, Minggu (3/12/2017), kedaulatan dunia maya sebagai bagian dari visi ketika internet berkembang di China. Hal ini berarti bahcyberwa China tidak akan beralih ke sistem intranet mereka, yang terpisah dari jaringan, namu akan terus memfilter situs web.

Huang Kunming dari Partai Komunis negara tersebut, membaca sebuah catatan atas nama Xi Jinping yang berbunyi, "Perkembangan dunia maya China memasuki jalur cepat. Pintu China akan semakin terbuka. China siap mengembangkan peraturan dan sistem pemerintahan internet baru untuk melayani semua pihak dan menangkal ketidakseimbangan saat ini".

Baca juga: Koneksi Internet Apple Watch Diblokir di China, Kenapa?

Menurut Reuters, kedaulatan dunia maya ialah anggapan bahwa negara harus diizinkan mengelola dan menampung internet mereka sendiri tanpa campur tangan eksternal. Ini menandakan Negeri Tirai Bambu itu ingin dapat menyaring konten yang tidak diinginkan tanpa negara atau entitas lain yang menawarkan cara untuk menghindari filter.

Aspek lain dari kedaulatan dunia maya adalah tempat penyimpanan data. Pada tahun lalu, pemerintah China telah membuat peraturan baru yang mengharuskan perusahaan menyimpan data pengguna China di negara tersebut dan tunduk pada semua tindakan pengawasan data.

Baca juga: WhatsApp Diusir, Rayuan Bos Facebook Tidak Mempan di China

China juga telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat tujuan kedaulatan dunia maya dengan membatasi individu untuk memotong filter yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada awal Juli, China melarang individu menggunakan VPN. VPN bisa dipakai apabila telah didaftarkan terlebih dahulu dengan pemerintah. Beberapa minggu kemudian, Apple menurunkan aplikasi VPN dari App Store-nya di negara tersebut untuk mematuhi perubahan peraturan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini