India Bakal Kirim Robot ke Bulan pada 2018

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017, 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 03 56 1824460 india-bakal-kirim-robot-ke-bulan-pada-2018-WkxAwXJVEI.jpg (Foto: Businessinsider)

JAKARTA - Selama ini badan antariksa Amerika Serikat, NASA yang paling tersohor dalam hal misi luar angkasa. India menjadi salah satu negara di Asia yang tampaknya tak ingin kalah dalam hal misi antariksa, yakni meluncurkan robot ke Bulan yang direncanakan pada 2018.

Dilansir Futurism, Minggu (3/12/2017), Indian Space Research Organisation (ISRO) akan mendaratkan rover lunar pertama mereka sebagai bagian dari misi Bulan yang dilakukan oleh negara tersebut. Tepatnya, robot rover itu ditargetkan mendarat pada Maret 2018.

Rencana ini dinamakan misi Chandrayaan-2, yang diterjemahkan sebagai 'kendaraan bulan' atau 'perjalanan bulan'. Dimulai dengan Chandrayaan-1, yang berhasil masuk ke orbit Bulan dan mampu mendeteksi 'air magmatik' di dalam kawah di permukaan Bulan.

Baca juga: NASA Temukan Pesawat Antariksa Bulan yang Sempat Raib 8 Tahun Lalu

Sayangnya, pada 2008, penyelidikan awal ini akhirnya menabrak Bulan dan hilang orbit sampai NASA menemukannya pada 2016. Meskipun demikian, peluncuran terbaru ini diharapkan mampu menjanjikan lebih banyak perolehan data sains serta dapat memberikan pandangan yang lebih tepat mengenai permukaan bulan.

NASA Temukan Chandrayaan-1

India membuat sejarah pada 2009 dengan menerbangkan pesawat luar angkasa tak berawak. Sayangnya, pesawat itu kemudian raib.

Hampir seabad kemudian, Badan Antariksa Amerika (NASA) akhirnya menemukan dua pesawat antariksa, satu di antaranya adalah milik India yakni Chandrayaan-1. Para ilmuwan menggunakan radar tanah baru untuk menemukan dua pesawat ruang angkasa, di mana yang satu aktif dan satu terbengkalai.

Baca juga: India Tancapkan Bendera di Bulan

"Kami mampu mendeteksi pesawat ruang angkasa Lunar Reconnaissance NASA Orbiter (LRO) dan India Space Research Organization Chandrayaan-1 di orbit lunar dengan radar berbasis tanah," kata Marina Brozovic, seorang ilmuwan radar di NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California .

Menemukan Chandrayaan-1 menjadi lebih menantang karena kontak terakhir dengan pesawat ruang angkasa itu terjadi pada Agustus 2009. Pesawat ruang angkasa kecil Chandrayaan-1 ukurannya hanya sekira setengah ukuran mobil pintar sehingga deteksinya menjadi lebih sulit.

Sementara radar antarplanet telah digunakan untuk melihat asteroid kecil beberapa juta mil dari Bumi. Para peneliti tidak yakin alatnya bisa mendeteksi sebuah objek yang lebih kecil dan jauh dari bulan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini